Ini Penyebar Super Covid-19 di Batam, Siapa Dia?

Micro droplet atau droplet berukuran sangat kecil bisa melayang dan dapat bertahan lama di udara. Micro droplet inilah yang membawa virus corona untuk kemudian masuk ke dalam tubuh orang lain melalui pernapasan. (Foto: captured NHK TV @Youtube.
Micro droplet atau droplet berukuran sangat kecil bisa melayang dan dapat bertahan lama di udara. Micro droplet inilah yang membawa virus corona untuk kemudian masuk ke dalam tubuh orang lain melalui pernapasan. (Foto: captured NHK TV @Youtube.

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Ada satu pasien positif Covid-19 di Batam yang riwayatnya tercatat memiliki kaitan dengan lebih banyak kasus yang telah terkonfirmasi. Sejauh ini bisa disebut sebagai superspreader atau penyebar super Covid-19 di Batam.

Dia adalah Kasus No 8, seorang perempuan berusia 57, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Batam.

Kasus Nomor 8 diketahui tertular dari Kasus No 7. Keduanya sekantor di Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Batam.

Belakangan ini disebut dengan cluster “Pemberdayaan Perempuan”.

Kasus No 8, kemudian tanpa disadari menularkan virus kepada Kasus No 9 (anaknya) dan Kasus No 10 (suaminya). Kasus No 10 telah meninggal pada 14 April 2020 dan diketahui telah memiliki kondisi sebelumnya.

Berdasar catatan yang dihimpun dari data Gugus Tugas Covid-19 Batam, Kasus No 8 tidak hanya menjadi spreader atau yang menularkan kepada Kasus No 9 dan 10, tetapi juga berhubungan dengan Kasus No 12, No 13, No 15, No 16, No 17, No 22, No 24, dan No 25.

Sehingga secara total, ada 10 kasus positif Covid-19 di Batam yang terkait dengan Kasus No 8.

Namun demikian, tidak semuanya tertular langsung dari Kasus No 8 dan ada satu kasus yang tidak diketahui secara jelas, apakah tertular dari Kasus No 8 atau tertular langsung dari Kasus No 7. Dia adalah Kasus No 17 yang sekantor dengan Kasus No 7 dan Kasus No 8.

Sementara Kasus No 12 adalah kontak sekunder karena tertular dari suaminya yang sekantor dengan Kasus No 7 dan No 8 di cluster Pemberdayaan Perempuan.

Adapun Kasus No 16 juga tidak langsung tertular dari Kasus No 8, melainkan tertular dari Kasus No 9 yang tak lain anak dari Kasus No 8.

Kluster lainnya berkaitan dengan Kasus No 4 (sudah meninggal) dan memiliki riyawat perjalanan ke Johor, Malaysia.

Kasus No 4 menularkan kepada Kasus No 6 yang tak lain anaknya sendiri, seorang remaja 13 tahun.

Kasus No 4 juga menularkan kepada Kasus No 14 dan Kasus No 18.  (Riwayat Lengkap Baca di SINI).

Belum Terlacak 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.