Spanyol Tembus 20 Ribu Kematian Akibat Covid-19, Bakal Perpanjang Lockdown

Simon mengatakan, dirinya memperkirakan peningkatan yang signifikan dalam kasus-kasus positif karena jumlah tes cepat (rapid test) yang dilakukan mencapai dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir.

Namun dia menekankan bahwa tes tersebut menunjukkan tingkat infeksi yang lebih rendah di antara warga.

Spanyol telah mulai mengurangi pembatasan ketat pada 14 Maret dan minggu ini membuka beberapa sektor ekonomi, termasuk manufaktur.

Tetapi kebanyakan orang masih terkurung di rumah mereka, kecuali untuk aktivitas penting, seperti berbelanja makanan. Anak-anak bahkan tidak diperbolehkan berolahraga.

Pada 9 April, Parlemen telah menyetujui perpanjangan keadaan darurat selama 15 hari, dimana dilakukan penguncian.

Perdana Menteri Sosialis Pedro Sanchez mengatakan, dirinya yakin harus meminta  perpanjangan lagi hingga bulan Mei.

Permintaan itu tampaknya mungkin disetujui Parlemen. Saluran TVE publik Spanyol melaporkan pada hari Sabtu, bahwa anggota parlemen akan memberikan keputusannya hari Rabu depan.

Panel teknis yang menyarankan Sanchez mendukung perpanjangan lockdown. Tetapi Fernando Simon menambahkan bahwa itu bisa dikurangi secara progresif jika sistem kesehatan dinilai dapat menangani potensi infeksi gelombang kedua.

“Kami sangat dekat dengan de-eskalasi,” katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Walikota Madrid Jose Luis Martinez-Almeida mengatakan kepada stasiun radio Onda Cero bahwa ada kemungkinan acara besar dan pertemuan akan dilarang di Spanyol sampai musim gugur.

Menteri tenaga kerja Spanyol Yolanda Diaz mengatakan pada hari Jumat, departemennya merencanakan dimulainya kembali ekonomi dua fase, yang pertama untuk sektor produktif hingga musim panas dan yang kedua untuk pariwisata dan liburan yang akan berlangsung hingga akhir tahun.

Tetapi setiap keputusan akhir akan tergantung pada otoritas kesehatan, kata kantornya dalam sebuah pernyataan.(*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Channel News Asia