Singapura Dianggap Kebobolan Kasus Covid-19 dari Pekerja Migran

Sebuah tempat makan di Singapura. Pemerintah Singapura membolehkan tempat makanan dan kedai kopi tetap buka, tetapi melarang orang-orang makan di tempat. Hanya boleh membawa pulang. (Foto: Straits Times)
Sebuah tempat makan di Singapura. Pemerintah Singapura membolehkan tempat makanan dan kedai kopi tetap buka, tetapi melarang orang-orang makan di tempat. Hanya boleh membawa pulang. (Foto: Straits Times)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Data John Hopkins University melansir kasusnvirus corona di Singapura melonjak dari semula 266 pasien pada 17 Maret lalu menjadi 5.992 kasus pada Minggu (18/4/2020).

Memang, angka tersebut terbilang kecil dibandingkan Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa yang mengungkap kasus hingga ratusan ribu dengan angka kematian mencapai puluhan ribu.

Namun, lonjakan itu agak mengkhawatirkan mengingat penduduk Singapura hanya 5,7 juta jiwa.

Secara geografis pun, luasan wilayah Singapura tidak lebih besar dari New York.

Singapura juga hanya memiliki perbatasan darat dengan satu negara, yaitu Malaysia.

Hal itu dinilai mempermudah pemerintah Perdana Menteri Lee Hsien Loong untuk menjaga pergerakan individu keluar masuk negaranya dan mengendalikan pandemi.

Apalagi, Singapura sempat dipuji sebagai negara paling sukses menekan penularan virus corona.

Bahkan, negeri jiran itu dijadikan contoh oleh beberapa negara lain yang sukses melawan pandemi covid-19 tanpa menerapkan kebijakan lockdown (penutupan wilayah).

Namun, ‘prestasi’ itu mulai luntur seiring dengan bertambahnya kasus corona di Singapura.

Mengutip CNN.com, sejumlah ahli mengatakan sebetulnya bisa saja menekan penularan corona tanpa menerapkan lockdown. Tetapi, hal itu harus dibarengi dengan kebijakan pemerintah mencegah virus masuk dari luar negeri.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.