Kasus Nurdin Inkrah, Ketua DPRD Kepri: DPRD Tunggu Salinan Putusan kemudian Rapat Paripurna Penghentian

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Jumaga Nadeak. (Foto: Suryakepri.com/Nando)
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Jumaga Nadeak. (Foto: Suryakepri.com/Nando)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ketua DPRD Kepri Masih Tunggu Salinan Putusan Pengadilan Terhadap Nurdin Basirun. Untuk Penggantinya Nanti Diparipurnakan

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri) Jumaga Nadeak mengaku hingga saat ini belum menerima salinan putusan terhadap terdakwa Gubernur Kepri nonaktif Kepri Nurdin Nasirun.

Dengan diputus bersalah, Nurdin Basirun otomatis akan diberhentikan dari jabatannya.

“Sekarang kami belum bisa bicara itu (penghentian Nurdin), karena harus diparipurnakan dulu pemberhentian Nurdin berdasarkan putusan pengadilan,” kata Jumaga saat dikonfirmasi Suryakepri.com lewat telepon, Senin (20/4/2020).

Baca: KPU Minta Perppu Pilkada Terbit Paling Lambat Akhir April, Ini Konsekuensinya Jika Mundur

Baca: RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Selasa 21 April 2020, Leo Inilah Waktunya Komunikasi

Baca: 3 Shio Ini Mendapat Hoki Besar Besok, Banyak Tawaran Proyek Menggiurkan

“Sampai sekarang kami belum tahu putusan pengadilan sudah inkracht (inkrah) atau belum,” jelasnya.

Bila memang sudah inkracht, kata dia, harus ada pemberitahuan dulu ke DPRD Kepri oleh Menteri Dalam Negeri.

“Kalau kita sudah dapat (putusan pengadilan dan pemberitahuan Mendagri) baru dilaksanakan paripurna pemberhentian Nurdin,” ujarnya.

Disinggung apakah otomatis jabatan Gubernur Kepri akan jatuh kepada Isdianto yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur Kepri, Jumaga menyanpaikan belum tahu karena paripurna pemberhentian dulu baru paripurna pengangkatan.

“Sekarang kan belum bisa paripurna karena Covid-19, kita lihat lah perkembangannya ke depan,” tutup Jumaga.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun divonis selama 4 tahun penjara dalam sidang putusan yang digelar, di PN Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2020) siang.

Selain itu Nurdin Basirun juga didenda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan penjara. (*)

Editor: purwoko

Penulis : Muhammad Bunga Ashab

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.