KPU Minta Perppu Pilkada Terbit Paling Lambat Akhir April, Ini Konsekuensinya Jika Mundur

Ketua KPU Arif Budiman.(ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI meminta Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada terbit paling lama akhir April apabila pemungutan suara Pilkada 2020 dilaksanakan pada 9 Desember.

Penerbitan Perppu dengan segera ini sebagai prasyarat yang harus dipenuhi karena dasar hukum penundaan pilkada serentak.

“KPU sudah membuat target-targetnya, April sudah harus keluar kalau mau dilaksanakan bulan Desember. Nah, kalau tidak bisa maka tidak bisa dipastikan dilaksanakan di Desember,” ujar Ketua KPU RI Arief Budiman dalam diskusi virtual, Minggu (19/4).

Baca: Waktu Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 Disepakati pada 9 Desember 2020

Baca: 3 Shio Ini Mendapat Hoki Besar Besok, Banyak Tawaran Proyek Menggiurkan

Baca: RAMALAN ZODIAK CINTA HARI INI, Senin 20 April 2020, Gemini Hindari Kesalahpahaman

Apabila prasyarat itu tidak dipenuhi, maka hari pencoblosan pada 9 Desember 2020 tidak dapat diselenggarakan.

Dengan demikian, waktu pemungutan suara serentak tahun ini akan bergeser pada opsi berikutnya yakni 17 Maret 2021 atau 29 September 2021.

Ia mengatakan, persoalannya saat ini pemerintah belum bisa memastikan kapan Perppu Pilkada akan diterbitkan.

Sebab, KPU pun harus segera menyusun Peraturan KPU (PKPU) sebagai aturan turunan yang mengatur hal-hal teknis penyelenggaraan pilkada.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.