Ancaman bagi Staf Laboratorium, Ternyata Virus Corona Bisa Bertahan di Suhu 60 Derajat Celcius

Ilustrasi virus corona SARS-CoV-2 (Gambar dari SCMP)
Ilustrasi virus corona SARS-CoV-2 (Gambar dari SCMP)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Virus corona akan mati oleh suhu panas? Itu klaim sesat. Riset membuktikan bahwa virus mematikan ini masih mampu bertahan pada suhu 60 derajat celcius!

Ini menjadi ancaman bagi keselamatan para staf laboratorium di seluruh dunia yang bekerja menguji sampel swab dari orang-orang untuk mengetahui apakah mereka positif terinfeksi virus corona atau tidak.

Para ilmuwan Prancis harus menaikkan suhu hingga titik didih untuk membunuh virus mematikan ini.

Profesor Remi Charrel dan rekan-rekannya di Universitas Aix-Marseille di selatan Prancis, memanaskan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 hingga 60 derajat Celcius (140 Fahrenheit) selama satu jam dan mereka menemukan bahwa beberapa strain masih mampu beradaptasi.

Para ilmuwan pun harus menaikkan suhu mendekati titik didih untuk benar-benar membunuh virus corona.

Hasil penelitian itu ditulis dalam makalah non-peer-review [belum diuji oleh sejawat]/peneliti lain] yang dirilis di bioRxiv.org pada hari Sabtu (18/4/2020).

Hasil itu memiliki implikasi terhadap keselamatan teknisi laboratorium yang bekerja dengan virus ini.

Tim peneliti di Perancis menginfeksi sel ginjal monyet hijau Afrika, bahan host standar untuk tes aktivitas virus, dengan strain yang diisolasi dari seorang pasien di Berlin, Jerman.

Sel-sel dimasukkan ke dalam tabung yang mewakili dua jenis lingkungan yang berbeda, satu “bersih” dan yang lainnya “kotor” dengan protein hewani untuk mensimulasikan kontaminasi biologis dalam sampel kehidupan nyata, seperti swab oral.

Setelah pemanasan, strain virus di lingkungan yang bersih dinonaktifkan sepenuhnya. Namun, beberapa strain dalam sampel kotor mampu bertahan.

Proses pemanasan menghasilkan penurunan infektivitas, tetapi strain yang hidup masih cukup untuk dapat memulai putaran infeksi lain, tulis para peneliti dalam paper mereka.

Ada permintaan yang meningkat pesat di seluruh dunia untuk melakukan tes pada virus corona baru. Tetapi beberapa pekerjaan harus dilakukan di laboratorium yang kurang terlindungi.

Teknisi di laboratorium langsung terpapar ke sampel, yang mengharuskan mereka “dinonaktifkan” sebelum diproses lebih lanjut.

Protokol 60 derajat Celcius, selama satu jam telah diadaptasi di banyak laboratorium pengujian untuk menekan berbagai virus mematikan, termasuk Ebola.

Untuk virus corona baru, suhu ini mungkin cukup untuk sampel dengan viral load rendah, karena dapat membunuh sebagian besar strain. Tetapi menurut para peneliti, mungkin berbahaya untuk sampel dengan jumlah virus yang sangat tinggi.

Wabah Corona Bisa Bertahan hingga Musim Panas 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.