Imbas Corona, Lebih dari 1 dari Setiap 5 Perusahaan di Singapura Berniat PHK Karyawan

Gedung-gedung pencakar langit di Singapura (Foto: Straits Times)
Gedung-gedung pencakar langit di Singapura (Foto: Straits Times)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SINGAPURA, SURYAKEPRI.COM – Dua puluh persen dari perusahaan di Singapura telah memotong gaji karyawan, baik secara sukarela atau tidak. Sementara pemerintah memaparkan data bahwa lapangan kerja melorot hampir 20.000 pada kuartal pertama 2020.

Berdasar hasil survei oleh perusahaan asuransi Aon, yang melakukan survei tersebut antara 7 – 10 April 2020, lebih dari satu dari setiap lima perusahaan di Singapura sedang mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja mereka sebagai imbas wabah virus corona.

Survei Aon menemukan 21 persen perusahaan di negara kota itu sedang berusaha mencari insentif finansial, sementara 4 persen sudah melakukannya (PHK/Pemutusan Hubungan Kerja).

Survei yang melibatkan 1.889 organisasi di seluruh dunia, termasuk 196 di Singapura, juga menemukan bahwa lebih dari 10 persen perusahaan telah meminta karyawan untuk menerima pemotongan gaji secara sukarela dan proporsi yang sama telah melakukan pemotongan gaji secara sukarela.

Secara umum, sekitar sepertiga dari perusahaan memotong gaji untuk seluruh tenaga kerja dan yang paling terpengaruh adalah pejabat eksekutif di perusahaan-perusahaan, kata Aon.

Sementara itu, 8 persen perusahaan telah memberikan cuti tanpa gaji kepada karyawan dan 21 persen lainnya mempertimbangkan opsi itu.

Data itu dirilis pada hari Rabu oleh Departemen Tenaga Kerja Singapura, menunjukkan total pekerjaan di negara itu pada kuartal pertama tahun ini – tidak termasuk pekerja rumah tangga asing – telah turun 19.900, terutama karena pengurangan jumlah pekerja asing (TKA).

Kontraksi Paling Tajam Sejak 2003

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.