Aksi May Day Ditiadakan, Tuntutan Buruh Batam Justru Makin Tegas

Atribut pendemo aksi unjuk rasa didepan kantor Walikota Batam, Rabu (02/10/2019. (Foto: Suryakepri.com/ADL)
Ilustrasi.Atribut pendemo aksi unjuk rasa didepan kantor Walikota Batam, Rabu (02/10/2019. (Foto: Suryakepri.com/ADL)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Aksi damai buruh Kota Batam dalam memperingati hari buruh pada 1 Mei 2020, atau yang sering disebut May Day tidak akan ada aksi demo.

Hal itu disebabkan karena wabah virus corona, dan sebagai bentuk solidaritas para buruh.

baca juga: Klaim Punya Bukti, Trump Tetap Yakin Lab China Sumber Virus Corona

“Mey Day di Batam tahun ini tidak ada perayaan atau aksi demo,” kata Suprapto, Panglima Garda Metal FSPMI Kota Batam, Suprapto, Jumat (1/5/2020).

Suprapto menjelaskan, meskipun tidak ada aksi demo, tapi perjuangan para buruh tetap menyuarakan penolakan Omnibus Low, karena peraturan tersebut menyudutkan buruh.

baca juga: Rumah 200 Jutaan Bisa Dicicil hingga 60x dan Tersedia Kavling Siap Bangun

“Kami juga menolak PHK yang dilakukan perusahaan di Batam. Seharusnya para buruh diperlakukan seperti pekerja pemerintah yang lain, dirumahkan dan diberikan hak-haknya,” ujarnya.

baca juga: Kisah Suka Cita ASN di Batam, Kini Sang Anak Menyusul Dinyatakan Sembuh

Lanjut Suprapto, buruh meminta perusahaan segera merumahkan pekerja, karena jika virus Covid-19 sudah masuk ke pabrik akan sangat berbahaya bagi pekerja.

“Sudah terjadi di pabrik di Jawa, dimana semua pekerja positif,” ungkap Suprapto.

Ia berharap pemerintah Kota Batam tegas dalam mengantisipasi penyebaran virus corona, karena pabrik atau perusahaan di Batam masih memperkerjakan pekerja.

“Karantina wilayah atau razia itu tidak efektif, karena sampai saat ini pekerja di Mukakuning itu masih bekerja. Berapa ribu pekerja disana,” katanya.(*)

Penulis: romi kurniawan|Editor: Ucu Rahman

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.