[RISET] Mungkin Sejak Awal Ada Kesalahan Diagnosis Covid-19, Ternyata Virus Ini Akibatkan Pembekuan Darah

Ilustrasi Trombosis
Ilustrasi Trombosis
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Sebuah hasil penelitian di Italia, yang dilakukan oleh para dokter dan ahli patologi, menduga sejak awal ada kesalahan diagnosis terhadap pasien Covid-19.

Penelitian awal ini dilakukan oleh ahli patologi Luca Carsana dari Rumah Sakit L. Sacco, Milan, Italia bersama rekan-rekannya. Makalah penelitian ini diakses Suryakepri.com pada  Minggu (3/5/2020).

Makalah hasil penelitian awal yang dimuat di jurnal medis medrxiv.org pada 22 April 2020 itu menjelaskan bahwa perawatan pasien Covid-19 yang dilakukan selama ini mayoritas menyasar paru-paru karena menilai ini adalah penyakit pneumonia.

Padahal, menurut para peneliti tersebut, kematian pasien akibat virus ini adalah terjadinya pembekuan darah atau koagulasi intravaskular diseminata (trombosis). 

Lebih jelasnya, pasien Covid-19 disebut mengalami trombosis pada pembuluh arteri, yakni terbentuknya gumpalan darah (trombus) dalam pembuluh darah. 

Dengan begitu, maka fokus pengobatan bukan langsung ke paru-paru pasien, melainkan memerangi dahulu dengan antibiotik, antivirus, antiinflamasi (anti peradangan), dan antikoagulan (mencegah penggumpalan darah).

Penarikan kesimpulan setelah mereka melakukan autopsi terhadap 38 jenazah yang meninggal akibat Covid-19. Ini disebut merupakan autopsi terbesar yang pernah dilakukan pada jumlah jenazah yang lebih banyak yang meninggal akibat Covid-19.

Rincian Penelitian 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.