Kuasa Hukum AP, Dokter Terperiksa: Saat Itu Hanya Pukul Tangan Mengajak Makan Siang

AP (masker hijau) bersama tim kuasa hukumnya.(Suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM, BATAM – Kuasa hukum AP (41) oknum dokter di Puskesmas Sei Lekop, Sagulung, Batam membantah kliennya melakukan tindak pelecehan sebagaimana tuduhan yang ada.

Kliennya dilaporkan dengan dugaan melakukan tindakan perbuatan cabul terhadap EU (18), salah satu siswi magang akhirnya angkat bicara.

Muhammad Sayuti sebagai kuasa hukum terlapor, menegaskan bahwa tuduhan terhadap kliennya tidak seperti yang telah diberitakan oleh sejumlah media massa saat ini.

Menurutnya, saat itu sempat ada kontak dengan tangan siswi magang di puskesmas itu, namun itu hanya sebagai tanda ajakan makan siang.

“Tidak benar klien saya dengan sengaja berusaha menempelkan kemaluannya, ke tubuh korban dan juga mengenai adanya tindakan pelecehan dengan sengaja menyentuh payudara korban,” ujarnya saat ditemui di kawasan Batam Center, Selasa (5/5/2020) sore.

Baca: Terkait Dugaan Pelecehan Seorang Dokter Puskesmas, Kadinkes Kota Batam Enggan Komentar dan Sudah Laporan ke BKD

Baca: Oknum Dokter yang Dilaporkan Sempat Main Gesek-gesek ke Siswa Magang Diperiksa Polisi Batam

Baca: Setelah Heboh Sembako Murah dan Tak Perhatikan Social Distancing, Ini Reaksi Plt Wali Kota Tanjungpinang

Walau demikian, selaku kuasa hukum terlapor ia menuturkan bahwa pada tanggal yang dimaksud dalam proses pemeriksaan Unit VI PPA Polresta Barelang Batam, terlapor yang saat ini masih berstatus saksi, hanya memukul tangan korban sebagai tanda ajakan makan siang.

Pihaknya juga mempertanyakan mengenai keterangan korban, tentang rentang waktu kejadian yang hanya berlangsung 15 menit, dimana dalam laporan Kepolisian korban menuturkan adanya tindakan tidak senonoh, hingga berusaha mencium korban yang kebetulan berada di ruang terlapor.

“Tidak hanya itu, kami juga ingin mengklarifikasi mengenai waktu pemeriksaan di Polres. Itu dilakukan pada Senin (27/4/2020) lalu, dan statusnya hingga saat ini memang masih menjadi saksi,” jelasnya.

Sayuti menambahkan, pada 17 Februari yang merupakan tanggal peristiwa itu terjadi berawal dari korban yang tergabung dalam tim yang beranggotakan 4 orang bersama satu orang perawat, dan bidan serta terlapor sedang berada di salah satu ruang praktek Puskesmas Sei Lekop.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.