Pandemi Covid-19:
Catat 32.313 Kematian, Sekarang Inggris Paling Menderita di Eropa

PM Boris Johnson memimpin rapat kabinet sebelum terinfeksi virus corona. (Foto: The Sun)
PM Boris Johnson memimpin rapat kabinet sebelum terinfeksi virus corona. (Foto: The Sun)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

LONDON, SURYAKEPRI.COM –  Jumlah orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Inggris telah mencapai 32.313 dari total 196.238 kasus terkonfirmasi positif.

Itu adalah angka resmi yang dikeluarkan pemerintah Inggris pada Selasa (5/5/2020), menjadikan mereka memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat

Angka-angka dari Kantor Statistik Nasional menunjukkan angka kematian di Inggris telah melewati Italia. Negeri pizza mencatat 29.315 kematian dari total 213.013 kasus positif Covid-19.

Amerika Serikat melaporkan 69.000 kematian, dari total 1.181.885 kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Spanyol berada di bawah Italia dengan 25.428 orang meninggal dari total kasus sebanyak 218.011 pasien.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Asia naik menjadi 250 ribu pada Selasa, didorong oleh wabah di Singapura, Pakistan, dan India. Itu justru terjadi ketika China, Korea Selatan, dan Jepang secara signifikan memperlambat penyebaran penyakit tersebut.

Wilayah di mana pandemi dimulai secara keseluruhan, bernasib lebih baik daripada Amerika Utara dan Eropa sejak kasus pertama dilaporkan di Wuhan, China pada 10 Januari.

Asia membutuhkan hampir empat bulan untuk mencapai tonggak infeksi 250.000. Itu hanya sedikit berada di atas Spanyol (218.011 kasus), yang dicapai dalam dua bulan lebih sedikit.

Sekarang kawasan Asia hanya menyumbang 7 persen dari kasus global (3.618.325 kasus), dibandingkan 40 persen Eropa dan 34 persen Amerika Utara, meskipun para ahli khawatir bahwa infeksi yang tidak dilaporkan melewati angka yang sebenarnya.

Trump Desak China Transparan 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.