Transfer ke Daerah dan Dana Desa Difokuskan untuk Penanganan Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Kemenkeu)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2020, yang sebelumnya tidak diperuntukkan untuk penanganan Covid-19, diubah aturan penggunaannya sehingga dapat digunakan untuk penanganan COVID-19.

Sri Mulyani menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang dilangsungkan secara virtual pada, Jumat (8/5/2020).

“Untuk TKDD 2020 penanganan refocusing-nya kita sebutkan di sini di dalam tabel ini, DBH untuk CHT dan DBH SDA Migas dan dalam rangka Otsus (otonomi khusus) serta belanja infrastruktur 25% sekarang bisa digunakan untuk penanganan COVID-19.

Juga sisa DBH (Dana Bagi Hasil) dana reboisasi yang ada di RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) juga dapat digunakan maksimal 25% untuk penanganan COVID.

Estimasinya ada Rp4,6 triliun dan Rp4 triliun yang bisa digunakan untuk penanganan COVID dengan cara refocussing atau realokasi dari penggunaan DBH tersebut,“ papar Menkeu Sri Mulyani.

Kemudian Menkeu juga menjelaskan untuk Dana Insentif Daerah (DID) juga dilakukan realokasi penggunaan untuk seluruh kelompok kategori, yaitu ada sekitar Rp4,18 triliun yang bisa dipakai untuk penanganan COVID.

Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp9,35 triliun, yaitu menggunakan DAK fisik yang semula untuk kegiatan lain, saat ini bisa digunakan untuk kegiatan kesehatan dan pembangunan ruang-ruang isolasi dan perbaikan rumah sakit yang menjadi rujukan, termasuk pengadaan ventilator yang anggarannya Rp9,35 triliun.

Tidak hanya itu perluasan penggunaan ini juga dilakukan pada DAK non fisik.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.