Derita ABK WNI di Kapal China, Menderita Pneumonia, Jenazah EP Dipulangkan ke Medan

Long Cing 802, salah satu kapal perikanan yang dimiliki oleh perusahaan dari Tiongkok, Dalian Ocean Fishing Co,Ltd. EMpat orang ABK Indonesia meninggal setelah bekerja di salah satu kapal Dalian Ocean Fishing. (Foto/iattc.org)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Belum usai kisah pilu yang diterima keluarga Juriah, warga Desa Serdang Menang, Kecamatan Sirah Pulau Padang Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan setelah mendapat kabar jasad anaknya Ari (25) dilarung saja tanpa kabar dan persetujuan pihak keluarga.

Kini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga mendapatkan hal yang tidak mengenakan bahkan cenderung mengarah pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Cerita ini diterima dari informasi meninggalnya EP, WNI sebelumnya bekerja di kapal berbendera Cina.

EP meninggal dunia setelah dinyatakan menderita pneumonia.

”Saya telah berbicara dengan ayah almarhum EP pada siang hari ini, dan secara langsung menyampaikan rasa duka mendalam,” tutur Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Minggu (10/5/2020) seperti dikutip dari Sumeks.co.

Jenazah EP sendiri telah diterbangkan ke Tanah Air dari Korea Selatan pada Jumat (8/5/2020) bersama 14 anak buah kapal (ABK) lain.

Jenazah tersebut kemudian diterbangkan dari Jakarta ke Medan pada Sabtu siang (9/5/2020), untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

”Hari ini (Kemarin, Red) jenazah akan dibawa ke rumah duka,” terangnya.

EP merupakan anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 yang sejatinya ingin kembali ke Indonesia, setelah mengalami dugaan pelanggaran hak asasi manusia di kapal tersebut.

Bersama 14 rekannya, EP berlabuh di Korea Selatan untuk mengurus kepulangan ke Tanah Air.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.