Dengan Mobil ini, Petugas Swab di Singapura seperti “Memakai” Masker N95 Raksasa

Seorang pekerja migran menjalani swab di ambulans yang disesain khusus dari mobil ambulans di Singapura. (Foto: Channel News Asia)
ILUSTRASI - Seorang pekerja migran menjalani swab di ambulans yang disesain khusus dari mobil ambulans di Singapura. (Foto: Channel News Asia)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SINGAPURA, SURYAKEPRI.COM – Para petugas yang melakukan swab di asrama pekerja migran di Singapura, seolah mengenakan masker N95 raksasa saat menjalankan tugas mereka.

Para petugas itu lebih terlindung dari risiko terinfeksi virus corona baru SARS-CoV-2 lantaran mereka menjalankan tugasnya dari dalam mobil yang didesain khusus dan dinamain mobile swab station (MSS).

Itu adalah ambulans Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) yang didesain khusus sehingga antara petugas swab dan orang yang menjalani swab benar-benar zero contact. Penguji berada di dalam ambulans, sementara para pekerja migran yang diuji berdiri di luar.

Bagian belakang mobil dipasang semacam sarung tangan karet besar pada salah satu jendela untuk pengambilan sampel. Sementara jendela yang satu didesain seperli loket untuk memasukan hasil swab.

Petugas memasukan tangan ke dalam sarung tangan itu saat melakukan pengambilan sampel cairan dari saluran pernapasan individu yang dites.

Setelah di-swab, orang yang diambil sampel cairannya, memasukan sendiri hasil oles ke dalam Virus Transport Medium/Viral transport media (VTM) ke dalam bungkusan plastik melewati semacam loket itu tadi.

MSS dikembangkan oleh Badan Sains dan Teknologi Pertahanan (DSTA), Army’s Maintenance and Engineering Support, dan ST Engineering.

Mobile swab itu mirip dengan sistem Swab Assurance For Everyone (SG SAFE) Rumah Sakit Umum Singapura yang digunakan di departemen darurat rumah sakit untuk mengurangi risiko infeksi.

Ambulans juga dilengkapi sistem ventilasi dan filtrasi sehingga udara di dalamnya tetap bersih dan mencegah masuknya droplet. Selain itu, kabin ambulans juga gunakan sistem bertekanan rendah/negatif, melindungi petugas kesehatan dari tetesan yang terkontaminasi.

Dengan MSS juga lebih menghemat waktu. Hanya perlu sekitar 15 menit, dibandingkan 30 menit, yang dibutuhkan untuk mendirikan tenda dan meja yang biasanya digunakan sebagai fasilitas pengujian di banyak asrama.

Karena MSS pada dasarnya adalah kendaraan, maka dapat digunakan kembali lebih cepat ke lokasi berbeda, daripada harus membongkar dan memasangnya lagi ketika berpindah lokasi.

Stasiun swab bergerak itu dikelola dan dioperasikan oleh tiga personel: Pengemudi, penguji swab, dan seorang lagi untuk mengumpulkan sampel swab.

Satu unit MSS, yang beroperasi sejak Senin (11 Mei), telah dikerahkan ke tiga asrama  , termasuk pabrik yang dikonversi menjadi asrama dan tempat tinggal pribadi.

Ketua tim swab medis Kapten (Dr) Ivan Low (26) mengatakan, pendingin udara dan ergonomi MSS membuat lingkungan kerja lebih nyaman.

Kondisi yang lebih steril juga membuat petugas kesehatan hanya perlu memakai masker dan sarung tangan, dibandingkan mengenakan peralatan pelindung pribadi penuh (APD) di luar ruangan, seperti baju hazmat dan pelindung wajah.

“Tim saya merasa jauh lebih aman beroperasi dari dalam lingkungan yang bersih,” kata CPT Low. “Ini dimungkinkan oleh sistem ventilasi dan filtrasi yang pada dasarnya mengubah kabin menjadi masker N95 raksasa.”

Para pekerja migran yang diambil sampelnya, digambarkan terkejut karena prosesnya cepat dan lebih efisien.

SCANNER EXPRESS MOBILE

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.