Satu Menit Berbicara Keras Semburkan 1.000 Tetesan Penuh Virus Corona

Peneliti mengungkapkan bahwa berbicara dengan suara keras selama satu menit memuntahkan 1.000 virus corona ke udara. (Foto dari technology review)
Ilustrasi. Peneliti mengungkapkan bahwa berbicara dengan suara keras selama satu menit memuntahkan 1.000 virus corona ke udara. (Foto dari technology review)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Ketika seseorang yang terinfeksi virus corona berbicara dengan suara keras selama satu menit, dia telah menyemburkan 1.000 tetesan atau droplet penuh virus mematikan itu ke udara.

Itu merupakan hasil penelitian terbaru yang diterbirkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

Penelitian itu memaparkan bahwa droplet atau tetesan ini dapat berlama-lama di udara selama lebih dari delapan menit, dan itu menjadi “cara penularan penyakit yang mungkin terjadi,” kata penulis penelitian.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin keras seseroang berbicara akan menghasilkan jumlah tetesan yang lebih banyak lagi.

Asal tahu, satu mililiter cairan oral mengandung sekitar 7 juta salinan virus corona (menurut penelitian sebelumnya), tulis para peneliti.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa tetesan-tetesan itu akan bertahan di udara selama delapan menit bahkan lebih lama.

Meskipun sudah dipahami sekarang bahwa virus corona (SARS-CoV-2) dapat menyebar melalui tetesan dari batuk dan bersin, penelitian ini menggarisbawahi ancaman yang ditimbulkan oleh pembawa asimptomatik – orang yang terinfeksi yang tidak merasa sakit tetapi dapat menularkan virus.

“Tetesan ucapan yang dihasilkan oleh pembawa asimptomatik dari SARS-CoV-2 semakin dianggap sebagai kemungkinan mode penularan penyakit,” tulis para peneliti.

Studi ini juga mencatat bahwa “ada kemungkinan besar bahwa berbicara normal pun menyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan terbatas.”

Itu konsisten dengan analisis CDC  baru-baru ini tentang wabah virus corona di tempat latihan paduan suara di negara bagian Washington. Dari 61 peserta, 33 dinyatakan positif dan 22 lainnya terindikasi.

“Tindakan menyanyi itu sendiri, mungkin telah berkontribusi pada transmisi melalui emisi aerosol, yang dipengaruhi oleh kenyaringan vokalisasi,” kata laporan CDC.

Ancaman saat Pembukaan Lockdown 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.