Mengandung Asbes Pemicu Kanker, Bedak Johnson & Johnson Hentikan Penjualan di AS dan Kanada

Bedak Johnson&Johnson (Foto: NBCNews)
Bedak Johnson&Johnson (Foto: NBCNews)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM –  Perusahaan multinasional berbasis di Amerika Serikat, Johnson & Johnson, menghadapi ribuan tuntutan hukum yang menuding bedak bayi merek tersebut mengandung asbes yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Akhirnya, Johnson & Johnson mengumumkan pada hari Selasa (19/5/2020) bahwa mereka akan menghentikan penjualan bedak bayi berbasis talc/bubuk di AS dan Kanada dalam beberapa bulan mendatang.

Perusahaan juga mengatakan akan berhenti menjual seratus jenis produk lainnya di kedua negara tersebut.

Meskipun Johnson & Johnson mengatakan bahwa mereka lebih memprioritaskan produk-produk dengan permintaan tinggi di tengah wabah Covid-19 serta memastikan social distancing di fasilitas manufaktur dan distribusi, perusahaan secara eksplisit menyebutkan “rentetan litigasi” yang dihadapinya.

Sesuai pernyataan yang dikeluarkan oleh perusahaan, penjualan bedak bayi berbasis talc telah merosot lantaran sebagian besar konsumen telah beralih ke produk lainnya.

Perusahaan mengklaim hal itu “didorong oleh informasi yang salah mengenai keamanan produk.”

Johnson & Jonson membantah bahwa bedak bayi berbasis talc/serbuk yang mereka produksi mengandung asbes dan menyatakan tuduhan itu “tidak berdasar”.

Tuntutan Hukum 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.