Friday, April 19, 2024
HomeBatamJejak Tekstil dari Batam: Manajer Mengaku Kaget, Satu Perusahaan Sudah Kosong

Jejak Tekstil dari Batam: Manajer Mengaku Kaget, Satu Perusahaan Sudah Kosong

spot_img

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Dugaan tindak pidana korupsi dalam proses impor tekstil masih didalami Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebanyak 20 saksi telah diperiksa dalam kasus ini.

Kasus itu berawal dari penegahan oleh Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok yang mendapati 27 kontainer milik PT Flemings Indo Batam (FIB) dan PT Peter Garmindo Prima (PGP) pada 2 Maret 2020 lalu.

Kejaksaan Agung yang tengah memproses kasus ini, sudah melakukan pemeriksaan dan penyitaan sejumlah dokumen dari Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata dan sejumlah pejabat Bea Cukai Batam lainnya.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Jumat 29 Mei 2020, Leo Jangan Cepat Berpuas Diri, Virgo Menuai Keuntungan

Baca: Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan Keluhkan Pemblokiran Izin Oleh Bea Cukai Batam

Baca: Keuangan 12 Zodiak yang Dapat Hoki Besar Lusa, 5 Zodiak Dapat Untung Banyak dari Ini

“Sudah periksa 20 saksi, tidak hanya dari Bea Cukai kita juga periksa salah satu perusahaan PPJK atad nama Dewi Ratna,” jelas Kasubbid Kehumasan Kejaksaan Agung, Isnaeni, Kamis (28/5/2020) saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat.

Tim liputan Suryakepri, mencoba menelusuri lokasi yang sebelumnya disebutkan sebagai tempat usaha tekstil import tersebut.

Berdasarkan data yang terdaftar di layanan Ditjen AHU, diketahui PT Peter Garmindo Prima (PGP) yang menjadi salah satu perusahaan penyuplai tekstil import itu berada di Komplek MCP Industri di bilangan Batuampar, Batam, Kepulauan Riau.

Saat mencoba menelusuri alamat tersebut, seorang pria paruh baya bernama An, mengaku sebagai penanggungjawab.

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER