Riset Menemukan Hubungan Panjang Jari Manis dengan Risiko Kematian Akibat Covid-19

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Perhatikan jari manis Anda. Apakah lebih panjang atau lebih pendek dibandingkan jari tengah? Menurut riset terbaru di Inggris, panjang-pendek jari manis berpengaruh terhadap ketahanan seseorang terhadap infeksi virus corona (SARS-CoV-2).

Riset baru yang dilakukan oleh para peneliti di Swansea University, Inggris, mengklaim bahwa di negara-negara di mana pria memiliki jari manis yang lebih pendek mencatat angka kematian lebih tinggi ketika terserang Covid-19. Demikian pula sebaliknya.

Menurut para peneliti, panjang jari manis menggambarkan kadar testosteron selama berada pada tahap janin.

Para ahli mengklaim bahwa pria dengan jari manis yang relatif panjang mungkin lebih terpapar pada testosteron.

Perlu dicatat bahwa testosteron memainkan peran penting dalam meningkatkan jumlah reseptor ACE-2 dalam tubuh manusia, yang secara langsung terkait dengan meningkatnya kemampuan melawan infeksi di dalam tubuh manusia.

Profesor John Manning, peneliti utama dalam penelitian ini, mengungkapkan bahwa keunggulan biologis ini memainkan peran penting dalam menurunkan tingkat kematian di kalangan pria di negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, dan Austria, di mana pria memiliki jari manis yang lebih panjang.

Sebaliknya para pria di Inggris dan Wales memiliki jari manis yang lebih pendek, dan di negara-negara ini, angka kematian lebih tinggi akibat inveksi virus corona.

“Teorinya adalah bahwa seseorang dengan testosteron prenatal tinggi – dengan jari manis panjang – memiliki tingkat ACE2 yang lebih besar. Konsentrasi ini cukup besar untuk melawan virus. Temuan kami mungkin pria dengan jari manis panjang akan mengalami gejala ringan dan dapat kembali ke bekerja, “kata Manning dikutip The Sun.

Testosteron Rendah Lebih Berisiko

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.