Dua Bulan Tak Hujan Batam Menjerit, Kini Dua Hari Hujan Banjir Parah di Mana-mana

Foto salah satu kawasan yang kini kian parah diladna banjir di Batam.(suryakepri.com/romi)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Dua bulan tidak hujan, Batam menjerit karena waduk terancam mengering. Saat hujan turun dalam beberapa hari berturut, air pun melimpah dan banjir terjadi di sejumlah wilayah di Kota Batam.

Dalam dua hari terakhir banjir dan genangan air melimpah di sejumlah wilayah pemukiman di Batam.

Seperti di wilayah Batuaji, Nagoya, Batam Centre, Bengkong, hingga wilayah Batuampar.

Bagaimana pengelolaan wilayah selama ini di Batam?

Baca:Keuangan Zodiak yang Beruntung Hari Ini, 7 Zodiak Rezeki Tajir Melintir

Baca:Hujan Lebat Guyur Kota Batam, Warga Melcem Terendam Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa

Baca:Jalan Utama di Batam Banjir, Arus Lalu Lintas dari Nagoya-Kepri Mall Dialihkan

Menurut Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, ada banyak hal yang membuat persoalan banjir tak pernah terurus. Salah satu penyebabnya adalah, tata kelola drainase dan jalannya aliran air tidak terintegrasi dengan baik.

Hal itu membuat luapan air hujan yang diharapkan bisa menambah debit air di sejumlah waduk-waduk di Kota Batam tidak efektif dan meluap ke jalan bahkan permukiman warga.

“Hal ini mengakibatkan air kembali masuk dan menggenangi kawasan permukiman. Kapasitas drainase berdasarkan pantauan kami kemarin saat banjir, tidak dapat menampung akibat penyempitan, sedimentasi, dan sampah,” jelas Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, Minggu (21/6/2020).

Ia pun mencontohkan, aliran air yang ada di sekitar kawasan Sei ladi, airnya tidak langsung masuk ke dalam Waduk Sei Ladi. Akan tetapi air justru meluap ke jalan dan perumahan warga.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.