Ketua MUI Karimun Bicara Soal RUU HIP: Tak Ada Tekanan, Murni Pertimbangkan Kesehatan

Ketua MUI Kabupaten Karimun, Kholif Ihda Riva'i.(suryakepri.com/rachta yahya)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karimun Kepri membantah adanya tekanan dari pihak lain dalam pembatalan rencana penandatanganan deklarasi menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Karimun, Kepulauan Riau.

Sebaliknya MUI Kabupaten Karimun mengatakan, pembatalan murni mempertimbangkan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Baca:Keuangan Zodiak yang Beruntung Hari Ini, 7 Zodiak Rezeki Tajir Melintir

Baca:RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Senin 22 Juni 2020, Sikap Tulus Aries Bawa Keuntungan, Gemini Ada Nasihat Berguna

Baca:Ramalan Zodiak Besok Minggu 21 Juni 2020, Libra Diminta untuk Tidak Ragu-ragu

Sehingga riskan mengumpulkan massa dalam jumlah besar di satu tempat.

“Tidak ada tekanan, dibatalkan murni mempertimbangkan kesehatan. Mengingat adanya tambahan kasus PDP Covid 19 di Karimun”.

“Maka cukup riskan kita mengumpulkan banyak orang, harap maklum,” kata Ketua MUI Kabupaten Karimun, Kholif Ihda Riva’i kepada Suryakepri.com, Minggu (21/6/2020) pagi.

Rencananya deklarasi terbuka menolak RUU HIP akan dilangsungkan di aula Darun Nadwah, Masjid Agung Kabupaten Karimun, Minggu (21/6/2020) pagi mulai sekitar pukul 09.30 WIB.

Undangan juga sudah tersebar. Rencananya acara tersebut akan dihadiri sedikitnya 39 orang Ketua Ormas Islam di Kabupaten Karimun.

Ketua MUI Kabupaten Karimun, Kholif Ihda Riva’i mengatakan, sebagai gantinya pihaknya akan melakukan dalam bentuk tertulis dan secara daring via WhatsApp.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.