Bijih Nikel Tangkapan DJBC Kepri Dilelang, Buka Harga Rp 7,2 M tapi Belum Laku

Kapal tanker MV Pan Begonia diduga menyelundupkan bijih nikel senilai Rp 13,7 miliar dari Sulawesi Tenggara. Foto Suryakepri.com/Dok BC Kepri
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Bijih Nikel hasil tangkapan kapal patroli Kanwil IV Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) dilelang.

Namun dua kali masa lelang bijih nikel sebanyak 45.090 ton asal Pomalaa, Sulawesi Tenggara itu belum laku.

“Sudah dua kali lelang tapi belum laku,” ujar Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Karimun Kepri, Andriansyah, Selasa (23/6/2020).

Baca:BC Kepri Gagalkan Penyelundupan Nikel Rp 13,7 M Asal Sulawesi, WN Korea Tersangka

Baca:Ketika Bintan Masuk Kategori Zona Merah Damkar Toapaya Kian Berjibaku

Baca:Jaksa Tunggu Berkas Tersangka Iptu Hiswanto Ady dan Kawan-kawan, Ada Tambahan SPDP Penambahan Dua Tersangka

Bijih nikel yang diselundupkan oleh kapal tanker MV Pan Begonia itu buka penawaran harga pada Rp 7,2 miliar.

Sementara harga normalnya bijih nikel tersebut ditaksir bisa mencapai Rp 13,7 miliar.

Andriansyah mengatakan, semakin cepat proses lelang dilakukan akan semakin baik.

Ia beralasan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang dapat merugikan seperti pencurian.

“Kita takut nanti terjadi apa-apa kan. Jadi kita melakukan lelang untuk muatannya,” ucap Andri.

Sementara untuk sidangnya, Andriansyah memperkirakan mulai digelar minggu depan.

Ia menyebut, kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21 dan sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.