Kasus Penyelundupan Nikel Rp 13,7 M Tangkapan BC Kepri Akan Disidangkan di Karimun

Kapal tanker MV Pan Begonia diduga menyelundupkan bijih nikel senilai Rp 13,7 miliar dari Sulawesi Tenggara. Foto Suryakepri.com/Dok BC Kepri
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kasus Penyelundupan Nikel Rp 13,7 M Tangkapan BC Kepri Akan Disidangkan di Karimun

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Kasus penyelundupan bijih nikel senilai Rp 13,7 miliar tangkapan BC Kepulauan Riau (Kepri) akan disidangkan di Pengadilan Negeri Karimun Kepri.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun Kepri, Andriansyah.

Bahkan Andriansyah memperkirakan kemungkinan sidang sudah bisa dimulai paling cepat dalam minggu depan.

Baca:Bijih Nikel Tangkapan DJBC Kepri Dilelang, Buka Harga Rp 7,2 M tapi Belum Laku

Baca:Gondol Ratusan Slop Rokok dari Swalayan Pinang Lestari, Begini Penampakan Pelaku saat Terekam CCTV

Baca:Ada Dugaan Korupsi di Kantor Camat Bintan Timur, Satreskrim Polres Bintan Periksa Belasan Orang

“Mungkin dalam minggu depan sudah mulai, sidang di Karimun,” kata Andriansyah, Rabu (24/6/2020).

Kasi Pidsus Kejari Karimun itu menyebut, kasus penyelundupan hasil sumber daya alam Indonesia itu sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Semua dokumen, berkas, tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan penyidik BC Kepri kepada perwakilan Kejati Kepri sekitar seminggu lalu.

Perihal tersangka, Andriansyah menyebut sejauh ini masih satu orang yakni nakhoda kapal tanker MV Pan Begonia berinisial PMR seorang warga negara Korea.

“Tersangka masih satu, nakhoda. Dia adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas aktivitas bongkar-muat kapal,” kata Andriansyah.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.