Kasus Penyelundupan Nikel Rp 13,7 M Tangkapan BC Kepri Akan Disidangkan di Karimun

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kapal tanker MV Pan Begonia merupakan milik perusahaan Post Maritime TX S.A.

Kapal tersebut memiliki ukuran raksasa yakni 190 x 33 meter.

Baca:Ekspor Karet Lempengan dari Bintan Terbanyak Masih Tujuan China

Baca:RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Kamis 25 Juni 2020, Ada Perubahan Drastis Pada Gemini, Pisces Tinggalkan Rasa Malu

Seperti diberitakan sebelumnya Kanwil Khusus IV Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bijih nikel senilai Rp 13,7 miliar.

Bijih nikel itu hasil tambang di Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Bijih nikel bernilai belasan miliar rupiah itu diduga hendak diselundupkan ke Singapura.

Hasil SDA Indonesia itu diamankan dari dalam kapal super tanker MV Pan Begonia.

Satu orang warga negara Korea berinisial PMR bertindak sebagai nakhoda ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai nakhoda, penyidik BC Kepri menilai WN Korea itu bertanggungjawab atas aktivitas bongkar-muat bijih nikel itu.

“Satu orang WN Korea kita tetapkan sebagai tersangka, ia bertindak sebagai nakhoda, pihak yang bertanggungjawab atas bongkar-muat bijih nikel,” kata Kakanwil Khusus IV DJBC Kepri, Agus Yulianto, Kamis (18/6/2020).

Lanjutnya, pihak perusahaan membantah mengetahui dan terlibat dalam ekspor ilegal bijih nikel tersebut.

“Jadi pihak perusahaan tidak mengetahui, nahkoda yang bertanggung jawab dan melakukan upaya ekspor ilegal,” kata Agus.

Agus juga mengatakan, dugaan ekspor ilegal disematkan kepada MV Pan Begonia setelah pihaknya mengetahui telah adanya upaya pembatalan ekspor sebelumnya.

“Ekspornya sudah dibatalkan tapi ternyata kapal tetap berangkat,” kata Agus Yulianto.

Sebanyak 41 saksi sudah dimintai keterangan, mereka adalah kru MV Pan Begonia, pihak perusahaan dan pihak penangkap.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.