Dampak Pelambatan Ekonomi Kepri, Transaksi Tunai Alami Penurunan

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Musni Hardi Atmaja.(suryakepri.com/fernando)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM, BATAM – Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, mencatat neto penarikan uang kuartal oleh perbankan sebesar -77,7% (yoy).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Musni Hardi Atmaja mengakui dengan adanya angka ini menunjukkan transaksi tunai mengalami perlambatan, dikarenakan ekonomi Kepri yang juga mengalami perlambatan imbas pandemi Covid-19.

“Realisasi outflow pada periode tersebut tercatat sebesar Rp1,16 triliun, jauh dibawah perkiraan sebesar Rp2,4 Triliun maupun outflow pada periode Ramadhan-Idul Fitri tahun sebelumnya sebesar Rp 2,5 Triliun,” ujarnya, Kamis (25/6/2020).

Baca:Ekspor Karet Lempengan dari Bintan Terbanyak Masih Tujuan China

Baca:Hingga Akhir 2020, BI Kepri Perkirakan Inflasi Batam Sebesar 2 Persen

Baca:Tak Percaya, 3 Zodiak Ini Bakal Banjir Rezeki Secara Ajaib

Hal ini diutarakannya terlihat jelas dalam Idul Fitri 2020 lalu, dimana penarikan uang kartal lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejak awal merebaknya COVID-19 di Indonesia sampai dengan 18 Juni 2020 jumlah uang setoran bank yang diterima oleh BI Kepri berjumlah Rp1,4 Triliun.

Dari jumlah tersebut sebanyak Rp 295 Miliar telah diolah sementara sisanya masih menunggu untuk dilakukan pengolahan/karantina.

“BI juga mendorong penggunaan transaksi secara non tunai menggunakan kartu debit, kartu kredit, mobile banking, dan uang elektronik (UE) termasuk penggunaan QRIS (QR Code Indonesian Standard) di masa pandemi COVID-19,” lanjutnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.