DPRD Kiritik Pemprov Kepri, PAD Kepri dari Sektor Laut Hanya Sumbang 10,92 Persen

Kawasan pelabuhan milik Pelindo 1 (Suryakepri.com/ Dok Pelindo 1)
Ilustrasi - Kawasan pelabuhan milik Pelindo 1 (Suryakepri.com/ Dok Pelindo 1)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Pendapatan asli daerah (PAD) di Kepulauan Riau (Kperi) dari sektor kelautan selama tiga tahun terakhir hanya memberikan kontribusi sebesar 10,92 persen atau Rp7,16 miliar. Padahal semua ditarget Rp 65,59 miliar.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepulauan Riau Iskandarsyah, mengkritik pemerintahan provinsi Kepri yang tidak maksimal menggarap PAD dari sektor laut tersebut

Iskandarsyah menjelaskan, PAD sebesar Rp7,16 miliar itu bersumber dari pemanfaatan ruang laut dan reklamasi.

Baca:Takdirnya Kaya Raya, 3 Zodiak Ini Sukses Berbisnis dan Main Saham

Baca:Pantang Dikritik, 3 Shio yang Harus Mengendalikan Emosi

Baca:Keuangan 12 Zodiak yang Beruntung Lusa, Kerja Kerasnya Membuat Rezeki 9 Zodiak Mujur

Sementara, potensi kelautan lainnya, yaitu labuh jangkar yang ditargetkan sekitar Rp60 miliar, sampai saat ini masih nihil.

“Jika kita bedah struktur APBD Kepri, PAD dari sektor laut sampai tahun APBD 2020 ini, cuma sekitar kurang lebih Rp7-10 miliar. Ini sangat miris, di mana potensi labuh jangkar yang hanya berfungsi sebagai tempat parkiran kapal, nol persen,” kata Iskandarsyah, di Tanjungpinang, Senin (29/6).

Padahal, lanjut dia, dengan geografis Kepulauan Riau yang memiliki karakter luas laut 96 persen dan empat persen daratan.

Seharusnya, dapat membuat masyarakat di daerah tersebut hidup sejahtera.

“Saya prediksi, potensi laut Kepri jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan PAD sekitar Rp6 triliun dalam setahun,” imbuhnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.