Menko Luhut Sebut Tenaga Kerja Asing Bukan Mau Menjajah Indonesia, Tapi Menciptakan Lapangan Kerja

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Panjaitan saat ditemui di KEK Galang Batang, Kecamatan Bintan, Kepri (Muhammad Bunga Ashab)

PT BAI akan bangun Politeknik untuk mendukung tenaga lokal yang berkompeten bekerja di KEK Galang Batang, Bintan, Kepri

BINTAN, SURYAKEPRI.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Panjaitan menegaskan kedatangan tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia bukan untuk menjajah, tetapi untuk menciptakan lapangan kerja.

Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (2/7/2020).

“TKA asing tidak mau menjajah kita, tidak begitu, pemikiran seperti itu harus dijauhkan lah, mereka kita butuh dalam hal-hal yang belum bisa kita kerjakan,” kata Menko Luhut usai melakukan peninjauan KEK Galang Batang.

Baca:Keuangan 12 Shio yang Hoki Besok, 7 Shio Mujur Dapat Rezeki Setimpal

Baca:Mengetahui Tidak Mendapat Surat Keterangan Rapid Test, Warga di Batam Memilih Pulang

Baca:4 Zodiak yang Bakal Beruntung di Awal Juli 2020

Menko Luhut meninjau kawasan ini ditemani Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo didampingi Plt Gubernur Kepri Isdianto dan disambut Direktur Utama PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) Santoni serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kepri dan Bintan.

Setelah mendengar penjelasan dari Direktur Utama PT BAI, Menko Luhut menuturkan, KEK Galang Batang ini tahap pertama akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 20 ribu orang, termasuk TKA sebanyak 500 orang.

“Semua TKA itu mengerjakan hal-hal yang belum bisa kita kerjakan atau belum ahli. Tadi, kerjaan seperti jalan gedung semua tenaga kerja hampir semua Indonesia, mesin-mesin tinggi orang Indonesia diikutkan pada tahap kedua nanti,” jelasnya.

Disinggung terkait adanya penolakan dari masyarakat terhadap TKA ini, khususnya TKA China. “Penolakan itu harus dipahami dulu, mereka datang menciptakan lapangan kerja pada dasarnya, jangan dipolitisasilah, harus jernih berpikir,” ujarnya.