Rekor Penurunan Tertinggi, Penjualan Ritel Singapura Melorot 52,1%

Penjualan ritel di Singapura catat rekor penurunan paling tajam pada Mei 2020 dibanding Mei 2019. Tetapi penjualan makanan dan minuman meningkat. (Foto: Business Review)
Penjualan ritel di Singapura catat rekor penurunan paling tajam pada Mei 2020 dibanding Mei 2019. Tetapi penjualan makanan dan minuman meningkat. (Foto: Business Review)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SINGAPURA, SURYAKEPRI.COM – Total penjualan ritel Singapura melorot 52,1 persen  (yoy) pada Mei 2020 dibanding Mei 2019. Ini merupakan rekor penurunan terbesar sejak penerapan “circuit breaker” Covid-19.

Demikian data yang dirilis Departemen Statistik (SingStat), Jumat (3/7/2020).

Penurunan tersebut adalah yang paling curam, melebihi rekor penurunan penjualan ritel  pada 1986. Melorotnya angka penjualan ritel di bulan Mei 2020 terutama disebabkan oleh pemberlakuan circuit breaker.

Jika mengeluarkan angka penjualan kendaraan bermotor, maka penjualan ritel turun sebesar 45,2 persen. Itu lebih rendah dari 32,5 persen dibanding April.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, penjualan ritel secara musiman turun 21,5 persen pada Mei.

Di luar penjualan kendaraan bermotor, penjualan ritel secara musiman turun 20,1 persen.

Analis sebelumnya mengatakan penjualan ritel bisa mulai pulih setelah Singapura memasuki Fase 2 pembukaan kembali circuit breaker. Namun demikian, penurunan ini akhirnya dapat berdampak pada angka penjualan setahun penuh untuk kontrak lebih dari tiga kali lipat pada 2019. Singapura memulai Fase 2 pada 19 Juni 2020.

Permintaan Bahan Mekanan Naik  

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.