Kuburan Massal untuk Belasan Penambang Batu Giok Korban Longsor di Myanmar

Alat berat menutup kuburan massal dengan tanah, di mana banyak korban tanah longsor di penambangan batu giok di Myanmar belum teridentifikasi. (AFP / Zaw Moe Htet via CNA)
Alat berat menutup kuburan massal dengan tanah, di mana banyak korban tanah longsor di penambangan batu giok di Myanmar belum teridentifikasi. (AFP / Zaw Moe Htet via CNA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

HPAKANT, SURYAKEPRI.COM –  Belasan penambang batu giok dimakamkan secara massal pada Jumat (3/7/2020) di sebuah kuburan massal setelah tertimpa tanah longsor di Myanmar utara.

Peristiwa itu menewaskan lebih dari 170 orang, kebanyakan dari mereka adalah pekerja migran yang berburu harta di tambang terbuka yang berbahaya di dekat perbatasan China.

Para wanita menangis di samping peti mati dari kayu lapis, beberapa hanya ditandai dengan nama, beberapa dengan foto soliter, sebelum mayat-mayat dibawa ke kuburan besar yang digali menggunakan beko di dekat lokasi longsor.

Itu adalah kecelakaan terburuk dalam sejarah Myanmar yang menimpa penambang batu giok yang terkenal berbahaya di negeri itu.

Tragedi longsornya tambang batu giok itu terjadi pada hari Kamis ketika lereng bukit runtuh karena hujan lebat, mengirimkan banjir lumpur menerjang para pekerja yang sedang menjelajahi tanah untuk mencari pecahan batu giok.

“Misi pencarian dan penyelamatan berlanjut hari ini … 172 mayat sudah ditemukan pada tengah hari,” kata Departemen Pemadam Kebakaran Myanmar dalam sebuah posting Facebook.

Dari hasil pencarian semalam, petugas menemukan tambahan 10 jenazah korban longsor.

Ketika foto-foto jenazah beredar di media sosial, pengguna Facebook mulai mengidentifikasi pekerja yang jaraknya ratusan mil dari rumah, memperoleh penghormatan dari teman dan anggota keluarga.

“Tolong bawa ayahku kembali,” kata Hnin Wati. “Hati seorang anak perempuan hancur.”

Yang lain, dari seorang mantan penambang, dengan penuh kasih sayang mengenang salah seorang yang mati karena “kebaikan hati” dan kemurahan hatinya berbagi makanan selama masa sulit bersama di lereng gunung.

Sejumlah jenazah berlumur darah belum teridentifikasi.

Hampir setiap tahun lokasi tambang batu giok tersebut, yang berada di Hpakant, sebuah daerah dekat perbatasan China di negara bagian Kachin, menelan korban akibat tanah longsor.

Tanah longsor biasa terjadi di kawasan tersebut, apalagi ketika curah hujan tinggi.  Longsor besar sebelumnya pernah terjadi pada 2015 yang menewaskan lebih dari 100 orang.  Tahun lalu, 50 orang tertimbun oleh tanah longsor di lokasi yang sama.

Area itu memiliki kandungan batu giok bernilai miliaran dolar yang senantiasa disisir setiap tahun dari lereng bukit yang gundul oleh pekerja migran miskin yang mencari peruntungan untuk mengubah nasib mereka.

NEXT: PBB Desak Akhiri Perdagangan Giok Ilegal  

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.