KPK Periksa Mantan Pegawai PT Agung Podomoro Land, Selidiki Status Rumah Persembunyian Nurhadi

Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar, Nurhadi (kanan). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi petugas keamanan Tejo Waluyo perihal dugaan kepemilikan villa yang berada di Ciawi, Bogor, oleh tersangka bekas Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (NHD).Foto: ANTARA/Nova Wahyudi
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan pegawai PT Agung Podomoro Land, Oktaria Iswara Zen, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi Abdurrachman.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengatakan penyidik mendalami perihal status rumah yang berlokasi di Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang menjadi tempat persembunyian Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

“Penyidik mengkonfirmasi pengetahuan saksi (Oktaria) terkait dengan dugaan sebagai perantara sewa antara pemilik rumah dengan penyewa yang rumahnya digunakan oleh Tersangka NHD [Nurhadi] dan Tersangka RHE (Rezky) untuk dijadikan tempat persembunyian ketika ditangkap KPK,” kata Ali kepada wartawan, Selasa (7/7/2020) malam.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.