Bawaslu Sebut Ada Enam Kerawanan dalam Pilkada 2020, Termasuk Ijazah Calon Kepala Daerah

Sebaran Pilkada Serentak di Indonesia.(suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Seiring kian dekatnya hari pendaftaran pasangan calon dalam pilkada, pihak penyelenggara pilkada telah menginventaris berbagai kerawanan yang ada.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyebut terdapat enam potensi kerawanan yang dapat terjadi dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Kerawanan tersebut dapat memengaruhi kualitas pesta demokrasi daerah.

Baca:Keuangan 12 Zodiak yang Dapat Untung Besar Besok, 7 Zodiak Makin Puas

Baca:Ramalan Zodiak Lusa Jumat 10 Juli 2020, Aquarius Diminta untuk Tidak Menunda-nunda

Baca:Penyelidikan Penyaluran Bansos Covid-19 Pemko Batam Masih Berlanjut, Kejati Kepri Dalami Data Lagi

Dari enam poin kerawanan, termasuk di antaranya mengenai mahar politik untuk pencalonan, serta mengenai ijazah calon yang akan terjun dalam kontestasi.

Kerawanan pertama terjadi saat panitia pemungutan suara (PPS) tidak melakukan verifikasi faktual terhadap dukungan calon perseorangan. Hal itu akan meloloskan bakal pasangan calon yang tidak mempunyai dokumen lengkap.

“Maka para pengawas di lapangan harus memastikan PPS telah melakukan verfak (verifikasi faktual) sesuai dengan prosedur,” ujar Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2020.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.