Ganjar Pranowo Pastikan Pesan Berantai “Ada Tilang Warga Tak Bermasker” Merupakan Hoaks

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.(suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SEMARANG, SURYAKEPRI.COM – Masyarakat Jawa Tengah sempat digegerkan dengan munculnya pesan berantai di berbagai grup aplikasi WhatsApp yang kontroversial.

Pesan berantai itu di dalamnya disebutkan bahwa Gubernur Jawa Tengah telah mengeluarkan instruksi gubernur tentang denda tilang bagi masyarakat yang tidak bermasker di tempat umum sebesar Rp100-150 ribu.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait dengan pemberlakuan denda tilang terhadap orang-orang yang tidak menggunakan masker saat pandemi COVID-19 itu tidak benar alias hoaks.

Baca:Residivis Jambret Kembali Beraksi di Lubukbaja Batam, WD Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Baca:Segera Dicoba! Update WhatsApp Stiker Animasi dan QR Code, Begini Caranya

Baca:Keuangan Zodiak yang Beruntung Lusa, 7 Zodiak Makin Tokcer Bisnis Usahanya

“Untuk menegakkan disiplin masyarakat, memang harus ada sanksinya, apa sanksinya itu yang masih kami diskusikan. Kalau denda sebanyak itu ya ‘mosok tega’, masa lagi pagebluk seperti ini saya tega kasih denda kepada masyarakat,” katanya di Semarang, Jumat (17/7).

Ganjar memastikan bahwa informasi denda bagi masyarakat tidak bermasker itu bukan dari dirinya dan tidak mengetahui siapa yang menyebarkan informasi itu ke publik sehingga masyarakat menjadi resah.

“Saya tidak tahu, mungkin itu sama dengan yang terjadi di provinsi lain. Kalau dilihat dari sisi gambarnya, mungkin informasi itu yang ada di Jawa Barat. Kalau tidak salah, Jawa Barat sudah menerapkan itu,” ujarnya.

Menurut Ganjar, pengambilan keputusan untuk memberikan hukuman atau sanksi itu tidaklah mudah.

Sebab harus memikirkan kondisi sosiologis masyarakat meskipun tujuannya untuk menegakkan aturan terkait kedisiplinan dalam rangka protokol kesehatan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.