Kejagung Akan Jerat Tersangka Kasus Importasi Tekstil dengan Pasal Tambahan

Ilustrasi industri tekstil (Foto: industi.co.id)
Ilustrasi industri tekstil (Foto: industi.co.id)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI akan menjerat kelima tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan importasi Tekstil dengan pasal kerugian perekonomian negara.

Artinya, ada dua pasal yang disangkakan kepada para tersangka. Hal itu berdasarkan perkembangan proses penyidikan tim di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus).

“Pasal sangkaannya adalah tidak hanya merugikan keuangan negara tapi juga perekonomian negara,” ungkap Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Hari Setiyono, saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2020) malam, seperti dikutip dari Akurat.co.

Meski demikian, Hari mengatakan, penyidik Kejagung akan mempelajari lebih lanjut soal pasal sangkaan terhadap para tersangka dalam pemeriksaan kepada sejumlah saksi-saksi. Apakah nantinya akan menerapkan pasal kerugian keuangan negara dan perekonomian negara, atau hanya pasal dugaan tindak pidana korupsi saja.

“Merugikan keuangan negara (tindak pidana korupsi) atau perekonomian negara. Selama ini yang diusut (penyidik) selalu pasal kerugian keuangan negara,” katanya.

Diketahui, saat ini para tersangka dijerat pasal merugikan keuangan negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kewenangan terkait importasi tekstil di Ditjen Bea dan Cukai periode 2018-2020.

Menurut Hari, Kejagung pun akan mengembangkan dalam penyidikannya dengan menerapkan pasal tambahan tentang kerugian perekonomian negara.

“Nah ini strategi kami kalau memang melanggar pasal perekonomian negara ini bisa goncang. Karena ini (impor) tekstil dijual untuk ekonomi dan mempengaruhi pabrik tekstil kita,” ujarnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.