Pilkada di Saat Pandemi KPU Akui Tidak Mudah: Coklit Jangan Asal-asalan

Sebaran Pilkada Serentak di Indonesia.(suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BANDUNG, SURYAKEPRI.COM – Banyak hal baru yang harus disiapkan agar pesta demokrasi aman dari penyebaran covid-19.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengaku penyelenggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) di tengah pandemi covid-19 bukan hal mudah.

“Kita punya sejarah baru untuk pilkada serentak 2020. Bukan hal mudah melaksanakan pilkada di tengah pandemi covid-19. Banyak penyesuaian yang harus kita lakukan,” ujar Arief saat pengarahan Gerakan Coklit Serentak (GCS) untuk Kabupaten Bandung, Sabtu (18/7).

Baca:Satlantas Polresta Barelang Bakal Gelar Razia Patuh Seligi 2020, Lengkapi Surat Kendaraan

Baca:Pilkada 2020, Sebanyak 37.158 Pemilih Pemula di Kepri akan Dicoklit KPU

Baca:Pilkada Kepri 2020, KPU Provinsi Kepri Akan Coklit 1.391.845 Pemilih

Tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih akan melibatkan 21.210 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), 140.241 Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan 300.017 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Dia menegaskan keakurasian data pemilih sangat penting.

Apalagi, pergeseran hari pemungutan suara dari bulan September menjadi Desember berdampak pada berubahnya jumlah pemilih potensial.

Arief meminta jajaran petugas KPU di lapangan melakukan coklit secara teliti dan tidak asal-asalan.

“Pahami regulasinya, jangan sampai data di buat asal-asalan karena 1 suara milik pemilih itu sangat berarti. Jadi Anda harus perhatikan dan lakukan itu dengan baik,” tuturnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.