DBD di Karimun Nyaris Tembus 200 Kasus, 19 Kasus Baru dalam 3 Hari, Mayoritas Anak-anak

Tumpukan sampah menutup aliran parit di Kolong, Minggu (19/7/2020). Kondisi itu bisa jadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit DBD. (Foto: Suryakepri.com/Rachta Yahya)
Tumpukan sampah menutup aliran parit di Kolong, Minggu (19/7/2020). Kondisi itu bisa jadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit DBD. (Foto: Suryakepri.com/Rachta Yahya)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Penyakit menular demam berdarah dengue atau DBD di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), semakin mengkhawatirkan saja.

Hingga Minggu (19/7/2020), Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun Kepri mencatat jumlah kasus DBD sudah nyaris tembus angka 200 kasus.

Artinya hanya dalam kurun waktu 3 hari, kasus DBD di Kabupaten Karimun, Kepri bertambah sebanyak 19 kasus.

Pada Kamis (16/7/2020) lalu, Dinkes Karimun Kepri mengatakan, ada 180 kasus DBD, 1 orang di antaranya meninggal dunia.

Kemudian pada Minggu (19/7/2020), Dinkes Karimun Kepri kembali merilis jumlah terbaru kasus DBD di Kabupaten Karimun, Kepri.

Angkanya kini sudah berubah menjadi sebanyak 199 kasus.

Artinya ada penambahan sebanyak 19 kasus hanya dalam kurun waktu 3 hari sejak Kamis (16/7/2020) lalu.

“Kasus DBD sampai hari ini sudah 199 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun Kepri, Rachmadi, Minggu (19/7/2020).

Sejumlah pasien saat ini masih ada yang menjalani perawatan di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Karimun.

Dari 199 kasus itu, sebagian besar pasiennya diketahui adalah anak-anak.

“Masih ada yang dirawat beberapa orang. Sebagian besar pasiennya anak-anak,” kata Rachmadi.

NEXT: Tertinggi di Kecamatan Tebing 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.