Preview Liga Inggris:
Tottenham vs Leicester: Spurs “Terpaksa” Bantu Loloskan MU ke Liga Champions

Harry Kane mencetak gol ke-14 dalam 13 pertandingan di semua kompetisi ketika melawan Leicester City di King Power Stadium pada 21 September 2019. Kedua tim akan kembali bentrok di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (19/7/2020). Foto: Premierleague.com)
Harry Kane mencetak gol ke-14 dalam 13 pertandingan di semua kompetisi ketika melawan Leicester City di King Power Stadium pada 21 September 2019. Kedua tim akan kembali bentrok di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (19/7/2020). Foto: Premierleague.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Tottenham Hotspur “terpaksa” harus membantu Manchester United (MU) untuk Lolos ke Liga Champions 2020/2021. Karena Spurs dan Leicester City pun sama-sama sedang berusaha untuk menjaga peluang ke kompetisi Eropa.

Kedua tim akan bentrok di kandang Spurs, Tottenham Hotspurs Stadium, Minggu (19/7/2020).

Mampu mengalahkan atau bahkan menahan imbang Leicester, berarti Tottenham Hotspur telah meringankan langkah Manchester United ke Liga Champions.

Bagi Spurs, mengalahkan Leicester akan mengangkat mereka ke posisi enam klasemen. Selanjutnya menantang Crystal Palace pada laga akhir musim (26/7) sembari melihat apa yang dicapai oleh tim lainnya.

Saat ini Spurs memiliki 55 poin dan berada di posisi 7, hanya kalah satu poin dari Wolverhampton Wanderers di posisi 6. Kemenangan juga berarti menjaga peluang tampil di Liga Eropa.

Sementara bagi Leicester, kemenangan akan menjaga mereka di posisi empat dari kejaran Manchester United, dimana kedua tim memiliki poin sama (62).

Kemenangan dramatis derby Tottenham atas Arsenal memberi pasukan Jose Mourinho kepercayaan diri dan insentif untuk kembali bergairah di sisa kampanye. Spurs kemudian meraih kemenangan 3-1 atas Newcastle United pada pertengahan pekan.

Harry Kane mencetak dua gol membuatnya mencatat 15 gol musim ini, dan posisi ketujuh Spurs saat ini mungkin cukup baik untuk rute ke Liga Eropa pada akhir kampanye.

Di awal musim, pasukan Mourinho tentu diharapkan bersaing untuk empat besar, namun, dan tidak dapat disangkal, fakta itu telah menjadi kampanye yang menyusahkan bagi Lilywhites setelah kegembiraan mencapai final Liga Champions musim lalu.

Posisi keenam, saat ini ditempati Wolves, akan menjamin kompetisi Eropa untuk musim depan dan Spurs hanya satu poin di belakang tim West Midlands pada tahap ini, sehingga pasukan Mourinho tentu berharap Crystal Palace setidaknya bisa mencuri satu poin dari Wolves, sebelum Spurs sendiri memukul Palace pada laga terakhir.

Seperti disebutkan sebelumnya, posisi ketujuh mungkin cukup untuk ikut kualifikasi Eropa, tergantung pada hasil Piala FA.

Arsenal adalah satu-satunya tim di luar enam teratas yang tersisa dalam kompetisi (FA Cup), dan The Gunners bisa membalas dendam pada saingan mereka dan mendapatkan tempat terakhir di Liga Europa.

The Gunners sudah menembus final setelah membekuk Manchester City 2-0 di semifinal, sehingga hanya selangkah lagi untuk merengkuh trofi. Skuad Mikel Arteta menunggu lawan di final, pemenang antara Manchester United vs Chelsea.

Sementara itu, Leicester dalam bahaya serius setelah serangkaian hasil yang mengecewakan. Tetapi The Foxes masih berada di empat besar sebelum putaran kedua pertandingan terakhir.

Namun, Manchester United siap untuk merebut posisi empat dari The Foxes karena hanya berselisih gol, yang berarti bentrokan hari terakhir antara Leicester dan United akan menjadi duel maha penting bagi kedua tim untuk lolo ke Liga Champions.

Bagi Leicester sederhana – pasukan Brendan Rodgers hanya harus memenangkan dua pertandingan terakhir untuk menembus Liga Champions. The Foxes meraih kemenangan 2-0 atas Sheffield United pada hari Kamis sebelum menantang Spurs.

Ayoze Perez dan Demarai Grey sama-sama mencetak gol demi ambisi Eropa Leicester, ketika menekuk Sheffield United – yang juga ingin tampil di Liga Eropa.

Dengan dua laga tersisa,Brendan Rodgers menyerukan para pemainnya untuk selalu memikirkan posisi di Liga Champions.

Pada level pribadi, striker Jamie Vardy berada dalam posisi yang kuat untuk mengumpulkan Sepatu Emas. Saat ini penyerang Leicester memiliki 23 gol – tiga lebih banyak dari Danny Ings dan Pierre-Emerick Aubameyang.  Vardy tidak beruntung karena gagal mencetak gol ke-24 saat melawan Sheffield United.

NEXT: Berita Tim

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.