KPU Bintan Targetkan Partisipasi Pemilih 77,5 Persen dan Tidak Terjadi PSL dan PSU

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BINTAN, SURYAKEPRI.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bintan manargetkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kepulauan Riau (Kepri) dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbub) Bintan melibihi terget partisipasi pemilih nasional.

Selain itu KPU juga menargetkan tidak terjadi pemungutan suara lanjutan (PSL) dan pemungutan suara ulang (PSU).

“Target kita 77,5 persen, kalau Pilkada 2015 lalu itu 73 persen dan Pileg dan Pilpres 2019 itu 83 persen,” kata Komisioner KPU Bintan Syamsul saat Besembang dan Becerita dengan awak media di New Marjoly Beach Resort, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2020).

Untuk mencapai itu formula yang dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi semua tahapan kepada masyarakat Kabupaten Bintan.

“Formulasinya dengan menggencarkan kegiatan sosialisasi sesuai dengan tahapan-tahapan yang ada,” ujarnya.

“Kami minta bantuan juga teman-teman media agar menyampaikan informasi semua tahapan yang ada kepada masyarakat, mudah-mudahan partisipasi pemilih meningkat,” ujarnya.

Tidak Ingin Ada PSL dan PSU

KPU Bintan juga bertekad pada Pilgub Kepri dan Pilbub Bintan 2020 ini tidaj terjadi PSL dan PSU. Salah satu langkah untuk mewujudkannya dengan melakukan bimbingan teknis (bimtek) secara maksimal kepada petugas penyelenggara.

“(PSL dan PSU) ini salah yang kita antisipasi, kita tak ingin terulang lagi,” ujarnya.

Sebab terjadinya PSL dan PSU ini merupakan kesalahan yang dilakukan petugas penyelenggara. Pemilu 2019 lalu terjadi 4 Tempat Pemungutan Suara (TPS) melaksanakan PSL dan 3 TPS PSU.

“Ini yang kemudian yang menjadi pelajaran bagi kita dengan memperbaiki di pemilu lalu,” ujar Haris Daulay selaku Komisioner KPU Bintan.

Haris menambahkan, tahapan saat ini masih berproses adalah pencocokan dn penelitian (Coklit). KPU Bintan juga mengupayakan agar pemilih pemula menjadi pemilih potensial.

“Pemilih pemula ada 3.293 pemilih usia kisaran SMA/SMK sederajat kelahiran pasca Pemilu 17 April 2019 lalu, kelahiran ini yang dianggap pemilih pemula atau calon pemilih,” ujarnya.

KPU Bintan Pilkada 2020 Menerapkan Protokol Kesehatan

Selanjutnya, Haris menyakinkan masyarakat penyelenggaraan Pilkada 2020 ini tetap mengacu dengan protokol kesehatan.

“Saat pungut hitung nanti tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara berlansung. Sebab, setiap TPS nantinya maksimal itu 500 pemilih.

“Jadi, nanti itu KPPS akan menggunakan APD tidak ada pemilih yang lewat dengan suhu mengkhawatirkan,” ujarnya.

Haris menuturkan, KPU akan berusaha menyakinkan masyarakat supaya tidak khawatir datang mencoblos. Untuk petunjuk dan teknisnya nanti akan keluar Nanti daerah TPS steril,” tutup Haris. (*)

Penulis : Muhammad Bunga Ashab

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.