Dua Perwira Polisi Ini Divonis 5 Tahun Penjara, Terbukti Terima Gratifikasi dari Calon Siswa Bintara

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Perilaku keduanya dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi padahal berpofesi di bidang penegak hukum sehingga mencoreng citra kepolisian. Selain itu, majelis hakim memerintahkan barang bukti berupa hasil gratifikasi dari 25 calon siswa bintara senilai Rp 6,5 Miliar agar disita untuk negara.

Atas vonis tersebut baik kedua terdakwa dan JPU sama-sama memilih untuk pikir-pikir.

Sementara itu, di tempat terpisah Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri menghormati keputusan majelis hakim tersebut. ”Untuk anggota yang masih polisi aktif tentunya akan kami laksanakan mekanisme yang diatur dalam organisasi Polri,” ujar Eko.

Perbuatan kedua terdakwa terjadi pada 2016. Saat itu, Kombespol (Purn) Soesilo Pradoto selaku Kabid Dokkes Polda Sumsel ditunjuk menjadi Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) dalam Panitia Seleksi Penerimaan Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu Polri Tahun Anggaran 2016 Panitia Daerah (Panda) Polda Sumsel.

Selama proses tersebut, dia bersama AKBP Syaiful Yahya yang saat itu menjabat sekretaris Tim Rikkes diketahui menerima sejumlah uang dari 25 orang calon siswa (casis) Bintara yang tengah mengikuti rangkaian tes kesehatan dan psikologi. Rata-rata para casis memberikan Rp 250 juta hingga Rp 300 juta dengan jaminan lulus tes.(*)

Editor: Ucu Rahman

 

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.