Jelang Idul Adha, Harga Telur Naik di Karimun

Seorang pedagang telur ayam di Karimun tengah menyusun tapi dagangannya. Foto Suryakepri.com/rachta yahya
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Menjelang perayaan hari raya Idul Adha, sejumlah komoditas di Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) mulai merangkak naik, salah satunya telur ayam Buras.

Menjelang hari raya yang juga dikenal dengan hari raya kurban itu, harga telur ayam Buras di Karimun mulai merangkak naik.

Jika sebelumnya satu butir telur ayam Buras dijual seharga Rp 1.600 kini jadi Rp 1.800 atau naik sekitar Rp 200.

Kenaikan itu diduga dipicu oleh keterbatasan stok.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun Muhammad Yosli membenarkan kabar tersebut.

Yosli mengatakan, kenaikan itu dikarenakan keterbatasan stok akibat terlambatnya pengiriman dari daerah penghasil seperti Medan.

Sementara ini ujar Yosli, pasaran telur ayam di Kabupaten Karimun khususnya Pulau Karimun Besar mengandalkan stok telur dari peternak ayam Buras Karimun sendiri.

“Karna ada keterlambatan pengiriman dari daerah penghasil seperti Medan, sementara kita hanya mengandalkan stok telur ayam ras di daerah kita sendiri yakni Tanjung Utan dan Tanjungbatu Kecil,” kata Yosli, Selasa (28/7/2020).

Namun Yosli mengakui jumlah itu belum dapat mencukupi untuk wilayah Kabupaten Karimun.

Yosli memperkirakan, telur ayam Buras dari Medan normal kembali pengiriman ke Karimun dalam beberapa minggu ke depan.

“Mungkin ini akan normal sekitar beberapa minggu kedepan,” ujar Yosli.

Untuk komoditas lainnya, Yosli mengatakan secara keseluruhan ketersediaan dan harga masih aman.

“Semuanya harga masih normal, tidak ada kenaikan. Stok juga aman,” ujarnya. (*)

Penulis: Rachta Yahya | Editor: Ucu Rahman

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.