Rio Ferdinand dan Rooney Terbukti Salah Menilai Kemampuan Dua Pemain MU Ini

Patrice Evra, Cristiano Ronaldo, dan Nemanja Vidic berpose dengan trofi Piala Carling di ruang ganti setelah pertandingan Final Piala Carling antara Manchester United vs Wigan Athletic di The Millennium Stadium, 26 Februari 2006 di Cardiff, Wales. (Foto oleh John Peters / Manchester United)
Patrice Evra, Cristiano Ronaldo, dan Nemanja Vidic berpose dengan trofi Piala Carling di ruang ganti setelah pertandingan Final Piala Carling antara Manchester United vs Wigan Athletic di The Millennium Stadium, 26 Februari 2006 di Cardiff, Wales. (Foto oleh John Peters / Manchester United)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Dua mantan bintang Manchester United, Rio Ferdinand dan Wayne Rooney terbukti salah menilai kemampuan dua pemain yang didatangkan secara bersamaan oleh Sir Alex Ferguson pada Januari 2006.

Sir Alex Ferguson memperkuat skuadnya pada bursa transfer musim dingin dengan mengakuisisi duo defensif di pertengahan musim.

Tetapi  Rio Ferdinand dan Wayne Rooney skeptis terhadap kemampuan kedua bek baru yang didatangkan Sir Alex Ferguson, yakni Nemanja Vidic dan Patrice Evra.

Evra didatangkan dari AS Monaco dan Vidic dari Spartak Moskow.

Dan memang, penampilan awal kedua pemain cukup mengecewakan. Mereka cukup mudah ditembus. Gawang MU dijebol 3 gol oleh Manchester City. Blackburn Rovers juga membobol mereka empat kali ketika dua pemain ini bertugas di lini pertahanan.

Rio Ferdinand mengungkapkan bagaimana dia dan Wayne Rooney terbukti salah menilai kemampuan dua pemain rekrutan Sir Alex Ferguson itu.  Sebab, belakangan Vidic dan Evra mencapai hal-hal besar selama berada di Old Trafford.

“Saya tidak tahu apa yang diharapkan darinya, tanpa prasangka,” kata Ferdinand tentang Vidic.

“Ketika seseorang bergabung dengan klub, Anda dengan cepat membentuk pendapat, dan dari apa yang saya lihat di sesi latihan awal, Vida sedang berjuang, terutama secara fisik.”

“Itu bukan hanya dari segi kekuatan, tapi juga pernapasan. Laju sesi latihan, yang intensitasnya sangat tinggi setiap hari, hanyalah perubahan dalam apa yang sudah biasa dia lakukan. Itu tidak mudah untuk dia.”

“Saya berbicara dengan Wayne Rooney – beberapa kali, sebenarnya – tentang Vidic dan Patrice Evra, yang bergabung pada saat yang sama. Kami berdua pada dasarnya mengatakan: ‘Wow, bagaimana kami mengontrak dua [orang] ini?’

“Wayne bermain melawan Vida dalam latihan dan dia cukup jelas mengenai masalah Vida: dia tidak cukup kuat, tidak cukup agresif, tidak tampak seperti pemain Man United …”

Ferdinand menambahkan: “Sebagai pemain, Anda tidak perlu memberi waktu kepada orang-orang. Anda melihat mereka sekali atau dua kali dalam sesi latihan dan Anda membuat penilaian cepat.”

“Seperti itulah budayanya. Sangat mudah untuk dengan cepat mendapatkan reputasi buruk atau baik. Penilaian orang cepat datang dan kadang-kadang bisa sangat brutal. Dalam kasus Vida itu sangat brutal.”

“Saya ingat berpikir, ‘Dia tidak akan lama di sini. Tidak mungkin dia akan lama di sini’.”

Lima gelar Liga Premier dan satu trofi Liga Champions kemudian, itulah jejak yang ditinggalkan kedua pemain bertahan di Old Trafford dan membuktikan bahwa Ferdinand dan Rooney salah menilai mereka.(*)

Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Manchester Evening News

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.