Jersey Liverpool Dinilai Jelek, Tapi Tetap Diborong Sampai Lumpuhkan Toko Online

Virgil van Dijk, Andy Robertson, dan Trent Alexander-Arnold (dari kiri ke kanan) memamerkan jersey baru Liverpool untuk musim 2020/2021. (Foto: Getty via Bild)
Virgil van Dijk, Andy Robertson, dan Trent Alexander-Arnold (dari kiri ke kanan) memamerkan jersey baru Liverpool untuk musim 2020/2021. (Foto: Getty via Bild)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Para penggemar Liverpool mengkritik jersey baru tim untuk musim 2020/2021. Namun pembeli tetap membludak sampai melumpuhkan toko online Liverpool yang menjualnya.

Toko online klub yang menjual jersey tersebut terpaksa ditutup sementara pada hari Sabtu karena membludaknya pemesan.

Pihak Liverpool mengungkapkan bahwa “[banjir] permintaan belum pernah terjadi sebelumnya”.

Beberapa detail pada jersey baru Liverpool mengalami perubahan. Nike menggantikan New Balance sebagai sponsor utama sejak musim panas ini.

Ada juga perubahan kecil. Terdapat elemen putih dan biru-hijau pada bagian lengan dan kerah. Kedua warna tersebut diambil dari lambang The Reds.

Tidak semua penggemar menyukai jersey baru tersebut.

Jersey Nike “jelek” tulis seorang fans di Twitter.

“Tidak cukup imajinatif,” tulis pengguna Twitter lainnya.

“Adakah yang tahu siapa yang akan menjadi sponsor lengan baru? Western Union telah menghilang dari situs web. Mari berharap itu bukan sesuatu yang konyol seperti game dari App Store,” balas @JamesPearceLFC menanyakan soal logo sponsor pada lengan jersey tersebut.

Pada akhirnya, para penggemar tetap tidak peduli. Bagi mereka, yang penting tim besutan manajer Jürgen Klopp terus membawa klub meraih kesuksesan.

NEXT: Penjualan Resmi pada 6 Agustus 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.