Tim Polda, Kejati dan Bea Cukai Cek 17.936 Karung Amonium Nitrat Tegahan BC Kepri

Tiga instansi di Kepri meninjau 444,4 ton amonium nitrat milik negara yang disimpan di gudang DJBC Khusus Kepri di Karimun, Sabtu (8/8/2020). Foto Suryakepri.com/Dok DJBC Kepri
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Tiga instansi di Kepri mengecek kondisi Amonium Nitrat yang disimpan di gudang Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri di Kabupaten Karimun.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Ledakan dahsyat Amonium Nitrat di Port of Beirut, Lebanon menewaskan sedikitnya 70 orang.

Membuat sejumlah negara yang memiliki simpanan Amonium Nitrat meningkatkan kewaspadaan.

Salah satunya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Indonesia yang juga memiliki simpanan Amonium Nitrat, membuat provinsi yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia itu ikut berjaga-jaga.

Baca:Ledakan Dahsyat Mengguncang Lebanon, Asal Ledakan Dibeberkan Perdana Menteri

Baca:Ular Langka Berkepala Dua Diselamatkan dari Jalanan, Termasuk Ular Paling Berbisa

Baca:Mahasiswi Undip Kenalkan Inovasi Produk Olahan yang Bisa Tingkatkan Imunitas

Hal itu ditandai dengan turunnya tiga instansi di daerah itu mengecek kondisi Amonium Nitrat yang disimpan di gudang Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri di Kabupaten Karimun.

Tiga instansi itu adalah Kepolisian Daerah (Polda) Kepri, Kejaksaan Negeri Karimun dan DJBC Khusus Kepri sendiri.

Kepala Kanwil IV Khusus DJBC Kepri Agus Yulianto membenarkan kegiatan peninjauan Amonium Nitrat tersebut untuk mengantisipasi kejadian di Beirut terjadi di Karimun.

“Peninjauan barang bukti tersebut guna mewaspadai adanya ledakan seperti yang terjadi di Beirut, Lebanon pada beberapa waktu lalu,” kata Agus Yulianto.

Sebanyak 444,4 ton Amonium Nitrat tersebut merupakan barang bukti tegahan DJBC Khusus Kepri dalam sebuah operasi pada tahun 2012.

Amonium Nitrat tersebut disimpan dalam 17.936 karung.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.