Ketua KPK: Mantan Bupati Bogor Semestinya Ditahan Sebelum Agustus

Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin ditahan KPK.(foto/MI/medcom)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKPERI.COM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri menyebut mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin semestinya ditahan sebelum Agustus 2020.

Namun karena alasan kemanusiaan, penahanan terhadap Rachmat Yasin ditunda. Akhirnya mantan bupati itu ditahan pada Rabu (13/8).

“Sebenarnya sudah akan ditahan sebelum bulan Agustus. Namun karena tersangka sedang tidak sehat dan akan melaksanakan hajat pernikahan anaknya pada 9 Agustus 2020 lalu, maka pada hari ini, Rabu 13 Agustus 2020 KPK menahan tersangka RY,” ujar Firli dalam keterangannya, Kamis (13/8).

Baca:Keuangan Zodiak yang Sukses Besok, 5 Zodiak Bertabur Rezeki

Baca:Ramalan Zodiak Sabtu 15 Agustus 2020, Aries Berisiko Kehilangan, Taurus Stabil

Baca:Ramalan Zodiak Besok Jumat 14 Agustus 2020, Situasi Libra Rumit, Pisces Ingin Membuat Perubahan

Diketahui, Rachmat ditahan, Kamis (13/8) usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan uang dan penerimaan gratifikasi.

“Hari ini kami menahan tersangka RY (Rahmat Yasin), Bupati Bogor periode 2008-2014 selama 20 hari sejak tanggal 13 Agustus 2020 hingga 1 September 2020 di Rutan Klas I Jakarta Timur cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur,” kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/8).

KPK menetapkan Rachmat Yasin, Bupati Bogor periode 2009-2014 dalam dua kasus, yakni dugaan pemotongan uang dan gratifikasi.

Rachmat Yasin dijerat dengan kasus dugaan “memalak” dan “menyunat” para satuan perangkat kerja daerah (SKPD) selama menjabat Bupati Bogor.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.