Lukaku dari Pahlawan Jadi Pecundang, Diego Carlos Sebaliknya

Ekspresi striker Inter Milan Romelu Lukaku usai membobol gwangnya sendiri untuk memberi kemenangan 3-2 kepada Sevilla pada babak final Liga Eropa 2019/2020.(Foto: Twitter)
Ekspresi striker Inter Milan Romelu Lukaku usai membobol gwangnya sendiri untuk memberi kemenangan 3-2 kepada Sevilla pada babak final Liga Eropa 2019/2020.(Foto: Twitter)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Romelu Lukaku dari pahlawan jadi pecundang, Diego Carlos sebaliknya saat Sevilla menaklukan Inter Milan pada final Liga Eropa 2019/2020 di RheinEnergieStadion, Cologne, Jerman, Jumat (21/8/20) atau Sabti dinihari waktu Indonesia.

Sevilla menang 3-2 atas Inter Milan. Romelu Lukaku membuka skor melalui titik penalti menjadikan Inter unggul 1-0 pada menit ke-5.

Gol penalti Lukaku akibat dirinya dijatuhkan Diego Crlos di dalam kotak penalti. Sebaliknya Lukaku membantu meneruskan tendangan salto bek Sevilla itu untuk membobol gawangnya timnya sendiri pada menit 74.

Alhasil, Diego Carlos from zero to hero, sebaliknya Lukaku from hero to zero.

Satu gol Inter dicetak oleh Diego Godin pada menit 3-2, sementara pahlawan Sevilla, Luuk de Jong, mencetak dua gol (menit 12 dan 33), semuanya melalui sundulan pada babak I.

Diego Carlos memang disiksa oleh Lukaku di sebagian besar pertandingan, tetapi tendangan salto miliknya ketika tendangan bebas Ever Banega pada menit ke-74 berhasil dihalau sebagian membuat sentuhan yang menentukan dari pencetak gol terbanyak Inter itu.

Diego Carlos sebagian menebus kesalahannya pada penampilan babak pertama yang compang-camping dengan sebuah sliding block untuk menggagalkan Roberto Gagliardini.

Bek tengah tersebut masih belum mampu menangani Lukaku, yang melakukan tendangan keras pada menit ke-65 namun kiper Sevilla Yassine Bounou memang luar biasa. Penampilannya sama ketika timnya menaklukan Manchester United (2-1) di semifinal.

Pelatih Julen Lopetegui, yang dipecat oleh Timnas Spanyol dan Real Madrid pada tahun 2018, kini memiliki trofi pertama dalam karir kepelatihan dan sekaligus menyelamatkan wajah sepakbola Spanyol di kompetisi Eropa.

Lukaku menguasai Liga Europa dengan rasa pahit. Dia pun tidak tampak saat penyerahan medali kepada para pemain.

Penalti awal tanpa cela Lukaku berarti dia telah mencetak gol dalam 11 pertandingan berturut-turut di Liga Eropa [sejak berseragam Everton pada 2015]. Total golnya di Liga Eropa adalah 15 gol.

BACA JUGA: 

Bintang Belgia itu mengoleksi 17 gol dalam 16 pertandingan terakhirnya di babak sistem gugur Eropa dan 34 secara keseluruhan pada musim 2019-20 merupakan pernyataan tegas untuk pemain yang “terlahir kembali” di bawah asuhan Conte. Dia pantas mendapatkan yang lebih baik daripada putaran takdir yang begitu kejam.

Sementara top skor Liga Eropa 2019/2020 tetap menjadi milik Bruno Fernandes dengan 8 gol. Romelu Lukaku sebenarnya juga mencatat 8 gol, namun satu di antaranya adalah gol bunuh diri ke gawang sendiri.

 Fakta Opta Utama

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.