Bawaslu RI Minta KPU Waspadai Tahapan Pendaftaran Paslon, Berkas atau Ijazah Palsu Jadi Kerawanan

Ijazah palsu yang pernah terungkap dalam pilkada. Kini menjadi kerawanan dan harus diwaspadai.(foto/tempo.co)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Jelang masa pendaftaran pasangan calon Pilkada, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengungkapkan, terdapat beberapa kerawanan dalam tahap pencalonan Pilkada Serentak 2020.

Bawaslu memerintahkan agar melakukan pengawasan melekat dan menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin menyebut kerawanan tahap pencalonan dari partai politik (parpol) tersebut di antaranya: parpol mendaftarkan lebih dari satu pasangan calon (paslon).

Baca:Bawaslu Sebut Ada Enam Kerawanan dalam Pilkada 2020, Termasuk Ijazah Calon Kepala Daerah

Baca:Bawaslu Kota Batam: Kampanye Diluar Jadwal, Dikenakan Pidana Minta Baliho dan Spanduk Paslon Ditertibkan

Baca:Ada Pendaftaran Bapaslon Pilgub Kepri, Polisi Akan Tutup Satu Lajur Jalan Basuki Rahmat

Selain itu berkas pencalonan dan syarat calon tidak lengkap, tidak transparan serta akuntabel dalam verifikasi syarat, dualisme kepengurusan parpol, dan tidak menindaklanjuti masukan dan tanggapan masyarakat.

Selain itu juga soal ijazah, verifikasi ijazah pasangan calon termasuk dalam hal yang masuk dalam kerawanan.

“Pendaftaran dilakukan pada akhir waktu pendaftaran juga menjadi persoalan yang biasa terjadi. Ini menjadi pekerjaan yang tidak mudah di tengah waktu yang mepet,” kata Afif di Jakarta, Rabu (2/9).

Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu ini meminta penyelenggara pemilu untuk mewaspadai modus operandi yang dilakukan oleh oknum-oknum.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.