7 Langkah Perut Kembali ‘Singset’ dengan Diet Setelah Makan

Setelah melahirkan, pasti ada keinginan untuk mengembalikan bentuk badan. Yang pasti tak perlu buru-buru untuk diet usai melahirkan.(mojzagrebinfo/Pixabay)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Proses kehamilan bukan hal mudah untuk dilalui. Setelah melahirkan, bukan berarti proses berakhir. Justru baru dimulai, Anda masih harus menyusui, merawat bayi, dan pastinya merawat diri.

Tak dimungkiri, pasti ada keinginan untuk mengembalikan bentuk badan meski jalannya kerap tidak gampang. Yang pasti tak perlu buru-buru untuk diet usai melahirkan.

Melansir dari Healthline, Institute of Medicine merekomendasikan kenaikan berat badan pada ibu hamil antara 11,5-16 kilogram. Berat badan ini mencakup bayi, plasenta, cairan ketuban, jaringan payudara, darah, pembesaran rahim dan simpanan cadangan lemak. Cadangan lemak digunakan sebagai simpanan energi untuk proses kelahiran dan menyusui. Namun saat cadangan lemak terlalu banyak, ibu bisa mengalami kelebihan berat badan.

Berikut beberapa cara yang efektif membantu mengikis kelebihan lemak tubuh:

1. Tak perlu diet rendah kalori

Tak bisa dimungkiri, ibu bakal merindukan tubuhnya yang ‘singset’ saat sebelum melahirkan. Namun bukan keputusan tepat jika ibu melakukan ‘crash diet’. ‘Crash diet’ merupakan diet sangat rendah kalori dan bertujuan untuk memangkas berat badan dalam waktu sesingkat mungkin.

Sebenarnya usai melahirkan, tubuh memerlukan cukup nutrisi yang baik untuk proses pemulihan. Kebutuhan kalori pun biasanya bertambah saat menyusui. Jika melakukan diet rendah kalori, ibu malah bisa kekurangan nutrisi penting sehingga cepat merasa lelah.

2. Menyusui

Ibu yang mampu dan memiliki kesempatan untuk menyusui, sebaiknya menyusui bayinya. Menyusui bisa membantu ibu menurunkan berat badan.

Sebuah studi menemukan ibu yang menyusui mampu menurunkan lebih banyak berat badan daripada ibu yang tidak menyusui. Dalam studi, ibu yang menyusui mampu menurunkan berat badan 1,68 kilogram lebih banyak daripada yang tidak menyusui.

3. Konsumsi Makanan Kaya Serat

Konsumsi makanan yang tinggi serat terbukti mampu menurunkan berat badan khususnya serat larut air. Studi yang melibatkan lebih dari seribu orang dewasa menemukan konsumsi 10 gram serat larut setiap hari bisa menurunkan 3,7 persen lemak perut selama periode tahun.

Serat larut air mampu membuat perut terasa kenyang lebih lama sehingga menurunkan kadar hormon lapar.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.