Tersandung Kasus Gratifikasi, Kabag Hukum Pemko Batam Ditempatkan Di Ruang Karantina Rutan Tanjungpinang

Penulis : Muhammad Bunga Ashab/ Editor: Yeni

Rutan Tanjungpinang di Jalan Pemasyarakatan Tanjungpinang, Kepri (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Rutan Tanjungpinang di Jalan Pemasyarakatan Tanjungpinang, Kepri (Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemerintah Kota (Pemko) Batam Sutjhajo Hari Murti selaku tersangka kasus gratifikasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam saat ditempatkan di ruang isolasi Covid-19 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjungpinang. Tersangka ini dijebloskan ke Rutan Tanjungpinang pada Selasa (15/9/2020) kemarin.

“Iya benar, semalam sudah masuk Rutan,” kata Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Tanjungpinang Setia Hadi saat dikonfirmasi Suryakepri.Kabagcom, Rabu (16/9/2020).

Kabag Hukum Pemko Batam Diborgol, Resmi Ditahan Tim Kejari Batam

Untuk saat ini, kata dia, yang bersangkutan ditempatkan di ruang karantina Covid-19. Hal itu dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan di dalam Rutan setiap tahanan yang baru masuk ditempatkan di ruang isolasi.

“Dikarantina selama 14 hari, sebelumnya sudah dilakukan rapid test hasilnya non reaktif,” ujarnya.

Dengan masuknya Kabag Hukum Pemko Batam ini menambah jumlah penghuni tahanan kasus tindak pidana korupsi di Rutan Tanjungpinang dengan jumlah 39 orang per 16 September 2020. Sementara untuk tahanan Narkotika 93, Perempuan 17 orang, Anak 14 orang, Lansia 9 orang dan Warga Negara Asing 5 orang. “Total isi Rutan Tanjungpinang 270 orang,” ujarnya.

.Baca:Total Gratifikasi Sebesar Rp 658 juta Dilakukan Untuk Mendapat Proyek Pemko Batam

.Baca:Camat Batam Kota dan Kadis KLH Sempat Diperiksa: Terungkap Kabag Hukum Pemko Batam Terima Gratifikasi Dalam 3 Tahap Penyerahan

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.