Waduk Air Baku Batam Tak Pernah Diurus Izinnya

Kasi konservasi bksda kepri
Kasi konservasi bksda kepri
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Keberadaan waduk air baku Batam dianggap berstatus ilegal, dikarenakan pengurusan izin waduk di atas lahan kawasan hutan lindung belum dilakukan, baik oleh pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Kepala Seksi (Kasi) Konservasi wilayah BKSDA Kepri menuturkan bahwa sebelumnya pengurusan izin memang belum dapat dilakukan, dikarenakan sebutan hujan konservasi baru berubah pada tahun 2013 lalu menjadi kawasan hutan lindung.

“Ini kita sebut berdasarkan data yang ada di kita. Dulu memang statusnya hutan konservasi. Tetapi karena di konservasi ini tidak bisa diurus penggunaannya untuk waduk atau dam, maka dialihfungsikan menjadi hutan lindung,” ungkapnya.

.BACA : DPRD Batam Kembali Pertanyakan Kepastian Pelayanan Air Bersih Paska Konsesi

.BACA : Presdir ATB: 15 November Air di Batam Terganggu, Bukan Tanggung Jawab Kami Lagi

.BACA : Batam Mencapai Angka Seribu Untuk Pasien Covid-19

Untuk saat ini, adapun kepengurusan izin yang telah dilakukan adalah pengurusan izin untuk interkoneksi, dari kawasan waduk Tembesi ke kawasan Mukakuning.

“Sepengetahuan kami, kalau untuk permohonan pengajuan perizinan itu, baru-baru ini memang ada. Tetapi itu hanya untuk membuat jaringan (connecting) saja antara dam Tembesi menuju ke dam Mukakuning saja,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi di tempat terpisah menuturkan bahwa untuk permasalahan tersebut dapat melalui Deputy Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin.

“Nanti masalah itu tanya pak Syahril aja,” pungkasnya.(*)

Penulis : Fernando

Editor  : Sudianto Pane

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.