BP Batam Saat Ini Tak Beri Kepastian Hukum, Preseden Buruk Bagi Investasi Batam

Dua manager ATB tengah mendiskusikan data yang ditampilkan oleh Dashboard ATB Integrated Operation System. Dengan Dashboard ini, ATB mampu memonitor proses produksi hingga distribusi dalam satu layar.
Dua manager ATB tengah mendiskusikan data yang ditampilkan oleh Dashboard ATB Integrated Operation System. Dengan Dashboard ini, ATB mampu memonitor proses produksi hingga distribusi dalam satu layar.
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Langkah BP Batam dalam pengakhiran konsesi pengelolaan air bersih dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) dinilai telah memberikan ketidakpastian hukum dan investasi bagi investor.

BP Batam dianggap mengingkari sejumlah perjanjian konsesi yang sudah disepakati kedua belah pihak.

“Kontrak adalah sebuah acuan yang harus dipegang teguh kedua belah pihak. Namun dalam hal ini, kami menilai BP Batam tidak menjalankan kontrak secara konsisten. Tentu saja ini memberikan ketidakpastian,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus dalam keterangannya, Rabu (17/9).

Baca:Kepala BP Batam Abaikan Rapat DPRD Soal Air, Ketua DPRD: Apakah Tunggu Sampai Rakyat Marah?

Baca:Kepala BP Batam HM Rudi SE,MM Sebaiknya Belajar Hukum Dalam Pemutusan Kerja Sama dengan ATB

Baca:Tak Singgung Titik Kritis Saat Peralihan, Ini Janji-janji dan Promo Normatif PT Moya Kelola Air di Batam

ATB merupakan bagian dari PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) yang adalah perusahaan lokal, dan Sembawang Corporation (Sembcorp), salah satu perusahaan raksasa yang berbasis di Singapura, yang dipercaya mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pulau Batam.

Dalam hal ini, BP Batam (Otorita Batam saat itu) dan ATB menandatangani perjanjian konsei yang berlaku selama 25 tahun. Perjanjian tersebut mengatur secara detail tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Selama hampir 25 tahun mengelola SPAM Pulau Batam, ATB telah melakukan kontribusi besar terhadap Batam.

Bahkan, perusahaan ini mampu melakukan berbagai hal yang melebihi apa yang disyaratkan dalam perjanjian konsesi.

Misalnya dalam hal cakupan pelanggan. Dalam kontrak konsesi, ATB diminta melayani 107 ribu pelanggan di akhir konsesi. Namun, saat ini ATB telah berhasil memenuhi melayani 290.488 pelanggan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.