PILWAKO dan "PEMILIHAN KEPALA BP" BATAM
STIE Adhy Niaga Bekasi Mencuat di Batam, Begini Drama Sidak Kemenristek Dikti Sikat “Pecetakan Gelar”

Ijazah Walikota Batam petahana M Rudi yang menjadi arsip KPU pada Pilwako Batam 2015.(suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM,SURYAKEPRI.COM – Kampus STIE Adhy Niaga yang beralamat di Bekasi, Jawa Barat mendadak populer di Batam akhir-akhir ini.

STIE Adhy Niaga milik Adhy Firdaus Saady itu memang sudah sejak 2015 silam ditutup operasionalnya oleh Kemenristek Dikti karena terlibat dalam praktik jual beli ijazah palsu.

Namun pembicaraan STIE Adhy Niaga di Batam pun mencuat jelang pilwako Batam 2020 ini, menyusul terkuaknya ijazah S1 wali kota Batam petahana, M Rudi, — sebagaimana ditulis dalam berbagai situs dan bahkan oleh media massa yang memprofilkan, merupakan keluaran STIE Adhy Niaga.

Baca:Gelar S1 dan S2 Walikota Batam Petahana M Rudi “Hilang”, Mendaftar Pilwako dengan Ijazah SMA

Baca:Heboh Gelar S1 dan S2 Wali Kota Batam Petahana M Rudi: KPU Tegaskan Akan Verifikasi Sesuai Berkas

Baca:Kerja Keras Terbalas, 3 Shio Ini Beruntung dan Bahagia Dapat Hoki

Keberadaan gelar S1 M Rudi (SE) pun kini ditanggalkan ketika mendaftar ke KPU Batam untuk Pilwako Batam 2020.

Diduga karena gelar S1 ditanggalkan, otomatis gelar S2 Rudi juga tidak disertakannya dalam mendaftar.

Untuk gelar S1 dan S2, Rudi SE,MM sendiri sebelumnya masuk dalam namanya pada dua periode pilkada, yaitu pilwako 2010 dan 2015.

Karena kejanggalan adanya pendaftaran menggunakan ijazah SMA dan membuang gelar S1 dan S2 itulah kini publik Batam cukup ramai memperbicangkannya.

Sayang, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Rudi maupun timnya terkait alasan penghapusan gelar, maupun klarifikasi asal-usul gelar S1 dan S2 itu.

Sekretaris Tim Kampanye Ramah, Amurallah Hamid yang dimintai hak jawab dan konfirmasinya kembali pada Jumat (18/9) sore, tidak bersedia memberikan keterangan rinci.

Pertanyaan yang dikirim via WhatsApp juga tidak ada tanggapan terkait klarifikasi ijazah tersebut.

Amrul hanya menyatakan yang ia tahu pasangan Ramah telah mendaftar ke KPU.

“Maaf mas masalah itu saya tidak paham. Yang saya pahami bahwa pasangan Ramah sudah mendaftar ke KPU dan itu tidak ada masalah. Itu saja…,” kata Amrul memberikan komentar.

Sidak Menristek Dikti soal ijazah palsu di dua kampus pada 2015 lalu.(foto/cnn/detik.com)
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.