Peduli Potensi Penularan Covid-19 di Batam, Lukita Kembangkan Blusukan Virtual

Mantan Kepala BP BAtam Lukita Dinarsyah Tuwo melakukan goro bersama warga di Tiban dan dilanjutkan ke Sagulung.(suryakepri.com/ist)

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Calon Walikota Batam nomor urut 01, DR Ir Lukita Dinarsyah Tuwo, MA, menyadari potensi penularan Covid-19 di tengah pandemi saat ini. Sehingga dirinya memilih mengembangkan blusukan virtual daripada mengumpulkan massa.

Kendati Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI masih membolehkan kampanye tatap muka dengan sejumlah persyaratan, namun mantan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional itu memilih melakukan upaya untuk menghindari terjadinya penumpukan massa.

“Walau demikian, ini menjadi konsen saya dan pak Basyid [ Drs Abdul Basyid Hasyim M.Pd]. Jangan karena hanya ingin bertatap muka dengan masyarakat, kami malah menjadi pihak yang bertanggungjawab dalam berkembangnya cluster baru,” ujar mantan Ketua Otorita Batam itu, Jumat (25/9/2020).

BACA JUGA:

“Cukup yang sudah ada saat ini, dan kalau bisa cluster itu hilang semua,” tegas Lukita Dinarsyah Tuwo, calon Walikota Batam yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam itu.

Lukita mengakui adanya kekhawatiran apakah langkah yang akan diambil efektif dalam memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Namun kembali lagi, pria yang pernah menjadi dosen ekonomi jenjang S2 dan S3 di Universitas Indonesia itu mengingatkan kekhawatiran tersebut harus dapat diminimalisir,  mengingat kasus Covid-19 di Batam yang telah mencapai angka 1.451 pasien per Jumat ini.

“Memang berbeda, saya bertugas di BP Batam hanya selama 1 tahun lebih. Dan kurun waktu itu, mungkin yang mengenal saya lebih sedikit dari calon petahana. Tapi itu bukan masalah, dibandingkan kalau kami memaksa kampanye dengan berkumpul malah akan menimbulkan potensi baru yang lebih membahayakan bagi masyarakat nanti,” jelas pria jebolan Phd dari University of Illinois, Urbana Champaign, USA tersebut.

Kombinasi Virtual dan Tatap Muka